Arti Kata 'Matahari' dan 'Pelangi' dalam Bahasa jepang

Matahari dan Pelangi merupakan dua hal yang paling disukai di Jepang. Matahari dianggap sebagai sumber kehidupan dan kejayaan Jepang, sementara Pelangi dianggap sebagai keindahan yang muncul setelah hujan reda saat partikel air hujan dibiaskan oleh sinar matahari.
Dalam bahasa Jepang, Matahari Memiliki beberapa nama. Nama yang paling utama dan sering digunakan dalam percakapan adalah Taiyō (太陽) yang berarti Matahari. Selain itu, ada beberapa nama yang mewakili arti “Matahari” diantaranya Haru (陽, 春, 晴), Haruki (晴輝, 陽生), Haruko (春子, 陽子), Haruto(陽斗, 遥斗, 陽翔, 晴斗), Hina (菜, 日菜), Hinata (向日葵, 陽向 ), Youko (陽子, 洋子 ), dan Youta (陽太) yang semuanya memiliki arti hampir sama yaitu “matahari” atau “Sinar matahari”.

 Menurut kepercayaan Shinto kuno di Jepang, Matahari merupakan jalan menuju Dewa. Dari mitos Shinto pulalah disebutkan bahwa sepasang dewa-dewi yang bernama “Izanagi” dan “Izanami” menciptakan pulau-pulau Jepang ketika tetesan air menetes dari tombak milik “Izanagi”.

Pasangan dewa-dewi ini kemudian turun dari langit untuk hidup di pulau-pulau Jepang yang kemudian menghasilkan bebebrapa keturunan, salah satunya adalah dewi matahari “Amaterasu”, seorang dewi yang paling terkenal dalam kepercayaan Shinto. Mitos ini makin kencang berhembus ketika generasi kaisar Jepang mengklaim bahwa mereka berasal dari garis keturunan dewi Amaterasu. Hal inilah yang membuat kaisar Jepang sangat dihormati dan disegani bahkan disembah oleh rakyatnya pada jaman dahulu.

Berbeda lagi dengan Pelangi yang dalam bahasa Jepang disebut Niji (虹). Orang Jepang meyakini bahwa pelangi terbentuk dari kumpulan beberapa warna diantaranya :
• 赤(aka) : merah
• 青(ao) : biru atau hijau
• 白(shiro) : putih
• 黒(kuro) : hitam
• 緑(midori) : green
• 紫(murasaki) : ungu

Di Jepang, masing-masing warna memiliki filofosi yang berbeda-beda. Misalnya warna merah yang dianggap melambangkan keberuntungan. Itulah mengapa bendera Jepang menggunakan warna merah untuk mewarnai bagian Mataharinya. Berbeda denga kebanyakan Negara, Jepang meyakini bahwa matahari itu berwarna merah dan bukanlah kuning. Di Jepang, Warna Hitam (黒) dan putih (白) jika dikombinasikan akan menjadi symbol dari sebuah ekspresi berkabung. Itulah sebabnya wanita Jepang sering memakai mutiara putih yang dikombinasikan dengan pakaian formal berwarna hitam di acara pemakaman. Berbeda lagi 青 (ao), yang dapat diartikan menjadi 2 warna yaitu "biru" dan "hijau".
Share on Google Plus

0 tanggapan: