Asal Usul Nama dan Warna Bendera Jepang

Bendera nasional Jepang berupa persegi panjang berdasar warna putih dengan lingkaran merah di bagian tengah. Bendera ini memiliki 2 nama, yaitu Nisshoki (hiragana : にしょき, katakana : ニショキ, kanji : 日 章 旗), yang berarti “bendera tanda matahari” dan Hinomaru (hiragana : ひのまる , katakana : ヒノマル , kanji : 日 の 丸 ) yang berarti “lingkaran matahari”.
Bendera ini mulai difungsikan sebagai bendera nasional di Jepang pada akhir abad ke-19. Bendera ini menyimbolkan suatu matahari sebagai lingkaran merah dengan latar belakang putih.

Jepang merupakan Negara adidaya di Asia Timur yang di masa Perang Dunia II menguasai dan memiliki wilayah jajahan hingga meluas ke Asia Tenggara. Di Jepang sendiri, bendera Negara dimaknai sebagai matahari. Jepang menggunakan matahari sebagai ide utama dalam desain benderanya bukanlah tanpa alas an, karena salah satu dewi terpenting dalam kepercayaan kuno Shinto Jepang adalah dewi matahari yang bernama Amaterasu Omikami (あまてらす おみかみ). Jepang juga dijuluki sebagai "Tanah Matahari Terbit" karena letak geografis Negara Jepang yang berada di ujung timur daratan Asia. Mengenai pemilihan warna putih dan merah masih belum diketahui secara pasti alasannya.

Sebelumnya, Jepang pernah menggunakan bendera dengan desain serupa, hanya saja ada perbedaan di penambahan 16 garis merah yang ditempatkan di sekeliling lingkaran untuk menyimbolkan sinar matahari terbit. Penggunaan bendera lama dihentikan setelah perang dunia ke-2 karena dianggap identik dan dikaitkan dengan ideologi militeristik yang haus akan teritori. Lingkaran merah di bagian tengah bendera merupakan symbol perwujudan dari dewi matahari 'Amaterasu', yang diyakini sebagai pendiri Jepang dan nenek moyang dari kekaisaran. Simbol ini juga dipercaya akan membawa Jepang pada masa depan yang cerah. Sedangkan warna putih merupakan perlambangan dari kejujuran, integritas, dan kemurnian hati orang Jepang.

 Menurut tradisi dan kepercayaan, Dewi Matahari “Amaterasu” mendirikan Jepang pada sekitar 2700 tahun yang lalu. Dewi “Amaterasu” juga dipercaya sebagai nenek moyang dari Jimmu, yaitu kaisar pertama di Jepang. Sehingga kaisar pertama tersebut dikenal sebagai "Anak Matahari" dan Jepang sebagai daratan yang dipimpinnya disebut sebagai "Tanah Matahari Terbit".

Sejarah kuno dari Shoku Nihongi menceritakan bahwa Kaisar Mommu menggunakan bendera sebagai perlambangan matahari di pengadilan. Inilah kali pertamanya bendera bermotif tercatat digunakan pertama kali di Jepang. Bendera yang menyimbolkan matahari tersebut diadopsi sebagai bendera nasional untuk kapal dagang di bawah Proklamasi yang dikeluarkan pada tanggal 27 Februari tahun 1870 silam, yang kemudian ditetapkan sebagai bendera nasional dalam Undang-Undang Mengenai Bendera Nasional, beserta lagu kebangsaan yang dikumandangkan secara resmi sejak 13 Agustus 1999.
Share on Google Plus

0 tanggapan: