Hubungan Kerjasama Bilateral Indonesia dengan Jepang

Jepang merupakan salah satu Negara adidaya di Asia. Meskipun memiliki sejarah hubungan yang kurang baik dengan Indonesia di masa lalu karena penjajahan Jepang selama 3 setengah tahun, kini Indonesia dan Jepang telah menjalin hubungan bilateral yang baik di segala bidang. Hal ini dimulai tepatnya sejak tahun 1950-an dimana kedua mulai melakukan kerjasama bilateral.
Hubungan diplomatik tersebut dimulai tepatnya pada April 1958 dengan adanya penandatanganan perjanjian perdamaian antara Jepang dan Indonesia, serta ditandatanganinya perjanjian perang sebagai bentuk pengganti kerugian yang diakibatkan oleh penjajaha Jepang di Indonesia pada masa lalu. Hal ini ditindaklanjut dengan dibangunnya kantor perwakilan Indonesia di Tokyo, Jepang dengan penempatan konsulat jendral untuk mempermudah komunikasi antar kedua negara.

Tercatat sejak tahun 1958, kedua negara banyak melakukan penandatanganan atas persetujuan serta pertukaran nota untuk mengatur masalah kerjasama dibidang ekonomi, sosial, budaya, pertanian, kehutanan, peningkatan produksi pangan.

Perdagangan


Jepang merupakan negara mitra dagang terbesar dalam hal ekspor-impor untuk Indonesia. Berdasarkan data statistic tahun 2007 lalu, Ekspor Indonesia ke Jepang bernilai sekitar US$ 23,6 Milyar, sedangkan impor Indonesia dari Jepang adalah senilai total US$ 6,5 Milyar. Komoditi utama yang diekspor oleh Indonesia ke Jepang antara lain adalah minyak bumi, gas alam cair, batubara, hasil pertambangan, udang, pulp, produk tekstil, mesin, perlengkapan listrik, dan masih banyak lagi. Sedangkan barang-barang yang diimpor oleh Indonesia dari Jepang meliputi suku cadang otomotif dan mesin-mesin, produk plastik dan kimia, baja, perlengkapan listrik, dan suku cadang elektronik.

Investasi


Investasi swasta oleh Jepang ke Indonesia sempat menurun sehubungan dengan statisnya perekonomian Indonesia akibat krisis ekonomi Asia pada tahun 1997 lalu, yang hingga kini belum pulih sepenuhnya. Dari tahun 1967 hingga 2007, tercatat investasi langsung asing dari Jepang masih menempati posisi pertama dengan total sebesar 11,5% dari total keseluruhan investasi asing di Indonesia. Tak kurang dari 1000 perusahaan Jepang telah beroperasi di Indonesia dengan memperkerjakan lebih dari 32 tenaga kerja asal Indonesia. Hal inilah yang menjadikan Jepang sebagai negara penyedia lapangan kerja terbesar di Indonesia.

Ekonomi


Indonesia merupakan salah satu negara penerima ODA (bantuan pembangunan tingkat pemerintah) terbesar dari pihak Jepang. Tercatat senilai + 17% dari seluruh total ODA yang diberikan oleh pemerintah Jepang. Berdasarkan dialog yang diadakan oleh “Japan Club” dan pemerintah Indonesia yang didakan pada tahun 2005 lalu, Pihak Jepang dan Indonesia sepakat untuk membuat suatu rencana strategis investasi yang meliputi 5 aspek, yaitu aspek bea, customs, tenaga kerja, infrastruktur dan daya saing.

*fnsyc
Share on Google Plus

0 tanggapan: