Jenjang Pendidikan dan Nama Sekolah di Jepang

Secara umum tidak ada perbedaan antara struktur pendidikan di Jepang dengan di Indonesia yang terdiri atas Taman kanak-kanak, Pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan tinggi dan pendidikan non formal. Pendidikan Jepang terdiri atas sistem usia 6-3-3-4, sama persis dengan di Indonesia.

Taman Kanak-Kanak (Youchien)
Sekitar 63% dari keseluruhan anak-anak dijepang memulai pendidikan dengan memasuki Taman Kanak-kanak. Usia yang diperbolehkan untuk masuk taman kanak-kanan adalah mulai 3 hingga 5 tahun. Pendidikan Taman kanak-kanak berada di bawah naungan kementrian pendidikan Jepang (MEXT). Dengan kurikulum ditetapkan oleh masing-masing sekolah secara musyawarah dengan tetap mempertimbangkan tahap perkembangan anak-anak.

Sekolah Dasar 6 Tahun (Shōgakkō)
Pendidikan dasar 9 tahun dari SD hingga SMP merupakan pendidikan wajib untuk anak usia 6-15 tahun dimana pendidikan tersebut menjadi dasar-dasar pembentukan kepribadian, watak, dan prilaku. Pemerintah Jepang membebaskan biaya pendidikan untuk tingkat SD hingga SMP. Setiap orang tua yang mempunyai anak berusia 6-15 tahun diharuskan untuk menyekolahkan anaknya. Apabila ketahuan terdapat orang tua yang sengaja tidak menyekolahkan anaknya maka pihak orangtua akan dijatuhi sanksi hukum.

Sekolah Dasar di Jepang yang 97% -nya adalah sekolah negeri, setiap tanggal 1 April membuka tahun ajaran baru dan membuka pendaftaran bagi para calon-calon siswa tingkat Sekolah Dasar. Di sekolah ini, murid-murid akan diajarkan bahasa Jepang, pengenalan lingkungan hidup, musik, menggambar, olahraga, kerajinan tangan, pelajaran-pelajaran topik, ilmu-ilmu sains, aritmatik, homemaking, dan ilmu social yang mengajarkan tentang pendidikan moral dan aktivitas sosial.

Sekolah Menengah Pertama 3 tahun (Chūgakkō)
Murid SMP di Jepang diajarkan pendidikan bahasa Jepang, bahasa Inggris, bahasa asing, ilmu-ilmu sosial, matematika, sains, musik, kesehatan, pendidikan jasmani, seni, industri, kesejahtraan keluarga, homemaking. Semua pelajaran masing-masing diberikan di hari berbeda tanpa ada pengulangan mata pelajaran yang sama dalam seminggu.

Guru di sekolah Menengah Pertama mempunyai pendidikan sarjana dengan sertifikat kelas dua, serta harus mengikuti ujian sertifikat setiap tahun karena masa berlaku sertifikatnya hanya selama 1 tahun. Itulah mengapa pengajar di Jepang bisa dipastikan selalu terbarui kualitasnya.

Sekolah Menengah Atas 3 tahun (Koutougakkou)
Ada tiga jenis SMA di Jepang yaitu sekolah negeri yang diatur oleh pemerintah pusat, sekolah negeri yang diatur pemerintah propinsi, dan sekolah swasta yang diatur oleh lembaga hukum swasta. Biaya pendidikan untuk tingkatan ini ditanggung oleh masing-masing individu karena sudah tidak termasuk pada pendidikan dasar. Guru SMA dijepang minimal berpendidikan Magister dengan sertifikat mengajar kelas satu, sedangkan guru yang berpendidikan Doktor memiliki sertifikat kelas dua.

Pendidikan tingkat menengah atas di Jepang dibagi menjadi 2, yakni pendidikan Fulltime dan Part Time. Pendidikan Fulltime ditempuh selama 3 tahun penuh dengan tuntutan 80 kredit mata pelajaran. Sedangkan Part Time ditempuh hanya pada malam hari atau waktu yang lebih fleksibel dengan masa tempuh lebih dari 3 tahun.

Perguruan Tinggi 4 tahun atau lebih (Daigaku)
Terdapat 3 jenis Perguruan Tinggi Jepang, yakni Universitas, Junior College, dan Technical College. Pada universitas terdapat pendidikan untuk menempuh gelar sarjana S1 bergelar “Bachelor’s Degree” yang ditempuh selama 4 tahun (khusus untuk mahasiswa kedokteran dan dokter gigi menempuh pendidikan selama 6 tahun), Pascasarjana S2 “Master’s Degree” ditempuh selama 2 tahun, dan S3 “Doctor’s Degree” ditempuh selama 5 tahun.

Berbeda dengan Junior College dimana siswa hanya diharuskan menempuh setengah dari kredit “Bachelor’s Degree” untuk masa tempuh 3 hingga 4 tahun. Sedangkan Technical College biasanya diperuntukkan untuk calon-calon teknisi. Seorang siswa tamatan SMP dapat langsung masuk ke Technical College untuk kategori sekolah kejuruan tanpa melewati SMA. Di technical College ini terdapat 5 pilihan jenjang yakni Sarjana (4-6 tahun), Paskasarjana (1 semester-1 tahun), Diploma (2 tahun), Special Training Academy (1-3 tahun), dan Sekolah Kejuruan (5 tahun).

Pendidikan non formal
Di Jepang, pendidikan non formal lebih diarahkan pada pendidikan sosial. Pendidikan non formal dipersiapkan untuk semua usia mulai dari remaja hingga usia lanjut. Kegiatan pendidikan non formal di Jepang rata-rata dilaksanaan oleh lembaga non pemerintah seperti lembaga pers, lembaga penyiaran, toko-toko, perusahaan dan lainnya.
Share on Google Plus

0 tanggapan: