Nama Presiden Jepang - Kaisar dan Perdana Menteri Jepang

Jepang merupakan sebuah Negara yang menganut sistem pemerintahan Monarki parlementer. Jepang dipimpin oleh seorang Kaisar sebagai kepala Negara secara simbolis dan Perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Hal ini otomatis menjadikan Jepang tidak memiliki Presiden. Seorang Perdana menteri merupakan pemimpin dari cabinet. Ia dilantik oleh Kaisar setelah dipilih oleh Parlemen Jepang dan akan tetap menjabat selama Ia mendapat kepercayaan dari Badan Penasehat Negara. Jadi, jika kita berbicara tentang kepala Negara di Jepang, kita tidak bisa melepaskan peran kaisar dan Perdana menteri di saat yang sama. Jepang pertama kali tercatat memiliki perdana menteri sejak periode meiji, yaitu mulai tahun 1868. Hingga kini yang terakhir dijabat oleh shinzo Abe.



Nama-nama perdana menteri yang menjabat mulai periode awal (periode Meiji) adalah Itō Hirobumi (22 Desember 1885- 30 April 1888), Kiyotaka Kuroda (30 April 1888 - 25 Oktober 1889), Yamagata Aritomo (24 Desember 1889 - 6 Mei 1891), Matsukata Masayoshi (6 Mei 1891 - 8 Agustus 1892), Ito Hirobumi (8 Agustus 1892 - 3 Agustus 1896), Matsukata Masayoshi (3 Agustus 1896 - 12 Januari 1898), Ito Hirobumi (12 Januari 1898 - 30 Juni 1898), Ōkuma Shigenobu (30 Juni 1898 - 8 Agustus 1898), Yamagata Aritomo (8 Agustus 1898 - 19 Oktober 1900), Ito Hirobumi (19 Oktober 1900 - 10 Mei 1901), Katsura Taro ( 2 Juni 1901- 7 Januari 1906), Saionji Kinmochi (7 Januari 1906 - 14 Juli 1908), Katsura Taro (14 Juli 1908 - 30 Agustus 1911), dan Saionji Kinmochi (30 Agustus 1911 - 21 Desember 1912).

Pada periode Taisho (1912-1926) dijabat oleh 10 perdana menteri diantaranya Katsura Taro, Yamamoto Gonnohyoe, Ōkuma Shigenobu, Terauchi Masatake, Hara Takashi, Takahashi korekiyo, Kato Tomosaburo, Yamamoto Gonnohyoe, Kiyoura Keigo, Kato Takaaki, dan Wakatsuki Reijiro yang terkahir menjabat pada 20 April 1927. Selanjutnya pada periode Showa (1926-1989) tersebutkan 34 perdana mentri yang menjabat secara bergiliran dilmulai dari Tanaka Giichi hingga ke Noboru Takeshita. Sedangkan pada periode Heisei yang terbaru (1989 - Kini) tercatat sudah 17 perdana menteri menjabat mulai dari Sosuke Uno (3 Juni 1989 - 10 Agustus 1989) hingga Shinzō Abe, yang menjabat mulai 26 Desember 2012 sampai sekarang.

Berbeda dengan pengalihan jabatan penrdana menteri yang jelas masa kepemimpinannya, catatan tampuk kekaisaran Jepang pada masa awal masih belum bisa dipastikan, bahkan beberapa menganggapnya sebagai legenda saja. Mulai dari awal terbentuknya sejarah Jepang hingga sekarang diketahui sudah ada sekitar 125 Kaisar yang menjabat. Dimulai dari Kaisar Jimmu yang diyakini sebagai keturunan langsung dari Dewi matahari “Amaterasu”. Kaisar Jimmu dikatakan menjabat mulai 660 SM hingga 585 SM. Kursi kekaisaran lalu turun pada Kaisar Suizei hingga ke Permaisuri Jingū yang kemudian menandai dimulainya era Yamato (Periode Kofun). Pada periode Yamato dipimpin oleh Kaisar Ōjin Mikoto hingga Kaisar Senka.

Tampuk kekaisaran kemudian dilanjutkan pada periode Asuka (592-710), Periode Nara (710-794), Periode Heian (794-1192), Periode Kamakura (1192-1333), Periode Muromachi (1392-1573), Periode Edo (1603-1867),hingga ke periode Jepang Modern yang dimulai sejak tahun 1868 hingga sekarang. Pada periode ini sempat menjabat 3 kaisar yaitu Kaisar Meiji Mutsuhito, yang merupakan kaisar pertama pada masa pergantian sistem pemerintahan jepang ke monarki konstitusional, Kaisar Taishō Yoshihito, dan Kaisar Shōwa Hirohito yang fenomenal serta menjadi kaisar terakhir yang memegang jabatan politik. Kini, Jepang dipimpin oleh Kaisar Akihito.

*fnsyc
Share on Google Plus

0 tanggapan: