Struktur Kalimat dalam Bahasa Jepang beserta Contohnya

Mempelajari bahasa Jepang, Anda juga harus paham tentang struktur pembentuk kalimatnya. Dalam bahasa Jepang, terdapat pola yang berbeda dengan bahasa Indonesia dalam peletakan subjek, predikat, objek, dan keterangan. Begitu pula dengan penggunaan kalimat Tanya, kalimat jawaban, dan kalimat yang menggunakan kata sifat. Berikut tipe struktur kalimat dalam bahasa Jepang,



1. Kalimat Pernyataan
Dalam bahasa Jepang, pola kalimat terbentuk dengan aturan S-O-P, berbeda dengan bahasa Indonesia yang biasanya meletakkan predikat diantara subjek dan objek.
Contoh :
“Watashi wa hon o yomimasu” ( わたし は ほん を よみます), artinya “Saya membaca buku.”
Subjek dalam kalimat ini adalah Saya (Watashi), kata “wa” adalah sebagai partikel, Buku (hon) sebagai objek, dan membaca (Yomimasu) sebagai predikatnya diletakkan di bagian akhir. Pada kalimat tersebut juga terdapat partikel “o” (を) yang berfungsi menghubungkan objek (buku) dengan predikat (membaca).

2. Kalimat Tanya
Cara membuat kalimat tanya dalam Bahasa Jepang cukup mudah, cukup dengan menambahkan partikel “KA” (か) pada akhir kalimat.
Contoh :
Kalimat pernyataan :
“Anata wa kaishain desu” (あなた は かいしゃいん です), artinya “Kamu adalah pegawai perusahaan.”
Dirubah menjadi kalimat Tanya, menjadi :
“Anata wa kaishain desu ka ?” (あなたはかいしゃいんですか), artinya “Apakah kamu pegawai perusahaan?”

3. Kalimat Jawaban
Bila seseorang menanyakan sesuatu hal pada Anda yang jawabannya “benar atau salah” maka Anda dapat menggunakan kata "hai" yang berarti "ya" dan kata "iie" yang berarti "tidak" atau "bukan".
Contoh jawaban “ya” :
Hai, sō desu (はい 、そう です), artinya “Ya, betul”
Contoh jawaban “tidak” :
Iie, sō dewa / ja arimasen (いいえ、そう では / じゃ ありません), yang artinya “Bukan, bukan begitu.”
Dalam contoh kalimat jawaban negatif tersebut terdapat aturan bahwa untuk membuat suatu jawaban menjadi negatif, harus merubahnya menjadi berakhiran -masu menjadi -masen.

4. Kata Sifat
Kata Sifat dalam Bahasa Jepang dibagi menjadi 2 golongan, yaitu Keiyōshi dan Keiyō Dōshi. Keiyōshi adalah semua kata sifat yang berakhiran dengan huruf い 'i', sedangkan Keiyō Dōshi adalah kata sifat sisanya yang tidak berakhiran dengan huruf 'i'.
Kata Sifat yang termasuk jenis Keiyōshi (形容詞) misalnya seperti Oishii おいしい (enak), Akai あかい (merah), Takai たかい (tinggi/mahal), dan Utsukushii うつくしい (cantik). Penggunaan kata sifat ini sama seperti pada bahasa Inggris, yaitu dengan tipe MD (Menerangkan-Diterangkan).
Contoh :
Amai mikan, (mikan = jeruk, amai = manis), yang artinya “Jeruk manis”
Berbeda lagi dengan kata sifat Keiyō Dōshi (形 容 動 詞) atau yang sering juga disebut NA KEIYŌSHI di Jepang. Penggunaan kata sifat ini harus diberi tambahan partikel “na” (な) untuk menggabungkan kata sifat dan kata bendanya.
Contoh :
shinsetsu na hito, (shinsetsu = ramah, hito = orang), yang artinya “orang yang ramah”.
Share on Google Plus

0 tanggapan: