Contoh Peribahasa 'Kotowaza' dalam Bahasa Jepang

Kata-kata Peribahasa dalam bahasa Jepang disebut “kotowaza” (ことわざ). Secara arti, “kotowaza” (ことわざ) tidak berbeda dengan Peribahasa yakni serangkaian kata-kata bijak atau pepatah kuno yang mengandung makna tertentu. Kebanyakan kotowaza kuno yang beredar di Jepang berasal dari Cina, namun beberapa ada juga yang berasal dari sejarah Jepang sendiri atau dari Negara lainnya yang telah diadaptasi pada penggunaan yang lebih modern.


Dalam bahasa Jepang, “kotowaza” (ことわざ) dibagi menjadi 3 bentuk yakni “iinarawahsi” (言い習わし) yang berarti “kata-kata bijak”, “kan'yōku” (惯用 句) yang berarti “Frase idiomatik”, dan yang terakhir “yojijukugo” (四字 熟语) yang memiliki arti “Idiom 4 karakter”.

Berikut beberapa “kotowaza” (ことわざ) yang kerap dipergunakan di Jepang,

“Undei No Sa” (う ん で い の さ), artinya "pemisahan antara awan dan lumpur".
Makna : Sebuah perbedaan besar antara dua hal.

“ken'en no naka” (け ん え ん の な か), artinya "hubungan anjing dan monyet".
Makna : Hubungan saling membenci dari musuh alami.

“naseba naru” (な せ ば な る), arti "jika Anda melakukannya, maka hal itu akan terjadi".
Makna : Anda dapat melakukan apapun jika Anda mau mencoba.

“kamo ga negi o shotte kuru” (か も が ね ぎ を し ょ っ て く る), artinya “bebek datang membawa daun bawang pada punggungnya"”.
Makna : Sesuatu terjadi dengan sangat mudah (keberuntungan)
Di Jepang, sup bebek dibuat dengan menggunakan daun bawang, sehingga seolah-olah bebek datang dengan membawa daun bawang hanya meminta Anda untuk memakannya.

“shizumu se Areba ukabu se ari” (し ず む せ あ れ ば う か ぶ せ あ り), artinya "jika saat ini tenggelam, nantinya akan naik (lagi)".
Makna : Hidup ini berjalan pasang surut.

“chousho wa tansho” (ち ょ う し ょ は た ん し ょ), artinya "poin terkuat kami adalah titik lemah kami".
Makna : Terlalu mengandalkan kekuatan dapat mengarahkan pada kecerobohan.

“okite hanjou, Nete Ichijou” (お き て は ん じ ょ う, ね て い ち じ ょ う), Artinya “(manusia hanya membutuhkan) setengah tikar tatami saat terjaga, satu tikar tatami saat tertidur”.
Makna : Anda tidak perlu menjadi kaya untuk mendapat kepuasan hidup.

“neko o ou yori sara o hike“ (ね こ を お う よ り さ ら を ひ け), artinya “daripada mengejar kucing, (lebih baik) mengambil piring”.
Makna : Selesaikan masalah darii akarnya.

“Seinen kasanete kitarazu” (せ い ね ん か さ ね て き た ら ず), Artinya "Awal hidup tidak datang dua kali".
Makna : Jangan sis-siakan masa muda, karena manusia hanya akan merasakan masa muda sekali dalam hidupnya.
Share on Google Plus

0 tanggapan: