Letak Astronomis dan Geografis Negara Jepang

Jepang merupakan sebuah negara yang wilayahnya terdiri dari pulau-pulau. Jepang memiliki julukan “Negara Matahari Terbit” atau “Negeri Sakura”. Jepang merupakan Negara industry terbesar ke-2 di Dunia setelah Amerika Serikat dengan letak ibukotanya ditempatkan di Tokyo.


Letak Astronomis dan Geografis Jepang


Jepang terletak di sebelah timur benua Asia dan tergabung dalam Negara Asia Timur. Secara Astronomis, Jepang terletak pada 30º Lintang Utara hingga 47º Lintang Utara dan 128º Bujur Timur - 146º Bujur Timur. Luas wilayah Jepang membentang seluas 377.643 km persegi dari utara ke selatan. Di sebelah utara, Jepang berbatasan dengan pulau Sakalin (Rusia), Siberia, dan laut Okhotsk. Di sebelah barat berbatasan dengan Korea, Cina, dan Laut Jepang. Di sebelah selatan, Jepang berbatasan langsung dengan Filiphina dan laut Cina. Sedangkan di sebelah timur berbatasan dengan samudra Pasifik.

Secara tampilan geologis, Jepang terletak tepat di pertemuan 2 lempeng bumi, yaitu lempeng Mediterania dan lempeng Pasifik. Hal inilah yang menjadikan Jepang sangat akrab dengan peristiwa gempa bumi. Selain itu, struktur tanah atau pegunungan vulkanis di dasar samudra Pasifik sering menjadi pemicu gempa dasar laut hingga dapat memunculkan gelombang Tsunami.

Jepang memiliki 4 pulau utama yaitu, Hokkaido, Honshuu, Shikoku, dan Kyuushuu. Ke empat pulau ini belum lagi ditambah dengan pulau-pulau kecil yang jumlahnya mencapai 3.918 pulau. Secara administratif negara Jepang dibagi dalam 47 Prefektur. Honshuu adalah pulau terbesar di Jepang. Pulau Honshuu terbagi atas 5 wilayah yaitu Chubu, Chugoku, Tohoku, Kanto, dan Kinki.

Wilayah Jepang sebagian besarnya berupa hutan dan area pegunungan berapi yang beebrapa masih aktif samapai sekarang. Hanya sekitar 29% dari wilayah Jepang yang berupa dataran rendah, serta memiliki sungai-sungai kecil namun memiliki arus deras. Karena wilayahnya yang dikelilingi oleh lautan, Jepang memiliki 3 jenis arus laut yang mengalir di sekeliling laut jepang, yakni arus “Tsushima” (mengalir dari selatan), arus “Kuroshio” (mengalir dari selatan melewati bagian timur), dan arus “Oyashio” (mengalir dari utara). Pertemuan dari ketiga arus ini sangat menguntungkan Jepang karena menjadikan adanya pertemuan arus hangat dan dingin sehingga menjadikan laut Jepang kaya akan planton dan berbagai jenis ikan di dunia.

Wilayah Jepang yang membentang dari Utara jke selatan memungkinkan Jepang untuk memiliki 4 jenis musim sepanjang tahun dengan 2 jenis temperature berbeda, yaitu temperatur hangat di wilayah Jepang selatan (15oc - 22oc) dan temperature dingin di jepang bagian utara (0oc-15oc). Empat musim yang terjadi di Jepang secara berurutan adalah musim semi (terjadi mulai bulan Maret hingga Mei), musim panas (bulan Juni hingga Agustus), musim gugur (bulan September hingga November), dan yang terakhir musim dingin (bulan Desember hingga Februari).
Share on Google Plus

0 tanggapan: