Mengucapkan 'Sama-sama' atau 'Terimakasih kembali' dalam bahasa Jepang

Orang Jepang dikenal sangat santun dalam berbahasa. Dalam bahasa Jepang sendiri terdapat banyak ungkapan ekspresi keramahtamahan. Ekspresi yang banyak kita kenali adalah mulai pengucapan salam pada pagi, siang, sore, hingga malam hari menjelang tidur. Belum lagi ucapan-ucapan seperti terimakasih, maaf, atau ekspresi lainnya. Sebagai contoh, Ketika kita sedang menolong orang yang butuh bantuan, maka orang tersebut akan mengucapkan kata “Arigatou” (ありがとう) sebagai bentuk ucapan terima kasih. Saat itu kita diposisikan sebagai pihak lawan bicara, maka sudah selayaknya kita merespon dengan mengatakan “Do itashimashite” (ど う い た し ま し て) yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih menjadi “sama-sama” atau “terimakasih kembali” dalam bahasa Indonesia.


Di Jepang,ketika seseorang berterimakasih atas suatu bantuan atau hal yang dilakukan oleh orang lain untuk dirinya, maka si lawan bicaranya akan lebih sering mengatakan “ie, Doitashimashite ”(い え い え, ど う い た し ま し て) ketika ada orang yang berterimakasih. Frasa memiliki arti “Tidak, aku juga begitu” atau “Tidak, biasa saja”, bahkan bisa juga diartikan sebagai “itu bukan masalah”. Hal ini dikarenakan orang Jepang menganggap bahwa menolong orang lain adalah hal yang sudah lumrah atau biasa dilakukan ketika melihat orang lain membutuhkan bantuan. Jika ada orang yang menerima ucapan terimakasih dengan diam saja atau tanpa menjawab maka orang tersebut akan dianggap sombong. Jadi, ketika Anda telah menolong orang di Jepang dan berpikir bahwa Anda pantas mendapatkan ucapan terimakasih dari orang tersebut, maka sebaiknya Anda cukup menyembunyikannya dalam pikiran Anda saja.

Selain ucapan “Do itashimashite” (ど う い た し ま し て), ada juga kata yang memiliki arti serupa yakni “Kochira koso” (こちら こそ) yang kira-kira memiliki arti “Tidak, aku yang berhutang padamu” atau “Tidak, aku malah yang harusnya berterimakasih padamu”. Frasa selanjutnya yang juga memiliki arti tidak jauh berbeda adalah “Tonde mo Arimasen” (と ん で も あ り ま せ ん). Frasa ini jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia kurang lebih memiliki arti “tidak usah begitu”, “terimakasih kembali”, atau “sama-sama”. Begitu juga dengan Frasa “iin desuyo” (い い ん で す よ) yang memiliki arti serupa dengan “Orei nante iin desuyo” (おれい なんて いいん ですよ) dan “tondemonai” (と ん で も な い). Ketiga frasa terakhir ini memiliki arti kurang lebih “Tak apa” atau “tak usah dipikirkan”.
Share on Google Plus

0 tanggapan: