Abjad Huruf dalam Bahasa Jepang : Hiragana, Katakana, dan Kanji

Seperti yang suda kita ketahui sebelumnya bahwa jepang menganal 3 jenis penulisan huruf, diantaranya hiragana, katakana, dan kanji. Ditambah lagi dengan romaji sebagai bentuk latin dari penulisan ketiga jenis huruf tadi. Berikut penampakan abjad dari masing – masing huruf yang digunakan di Jepang,


1. Huruf Hiragana

Huruf hiragana yang dikenal sebagai tulisannya para perempuan Jepang ini terdiri dari 46 abjad huruf dasar, 23 huruf tambahan, dan 33 huruf gabungan. Huruf Hiragana juga biasanya digunakan sebagai penjelas cara baca pada huruf kanji, yang disebut dengan Furigana. Berikut tampilan dari huruf Hiragana,


 2. Huruf Katakana

Jika Hiragana dikenal sebagai tulisan para wanita, sedangkan Katakana lebih akrab penggunaannya pada pria di masa lampau. Huruf Katakana biasanya digunakan untuk menulis kata-kata serapan dari bahasa asing. Sama seperti Hiragana, katakana juga berjumlah 46 abjad huruf dasar + 61 huruf tambahan + 12 huruf vocal kecil. Berikut tampilannya,
3. Huruf Kanji

Huruf kanji ini merupakan huruf yg berasal dari negeri tirai bambu, China. Secara harfiah, Kanji diartikan sebagai "karakter Han", yaitu sebuah penamaan karakter Cina yang digunakan dalam bahasa Jepang. Dahulu, huruf Kanji juga disebut “mana” (真 名?) Atau “Shinji” (真 字?). Penggunaan huruf kanji adalah untuk menuliskan kata-kata asli bahasa Jepang. Jumlah keseluruhan huruf kanji ada sekitar lebih dari 50.000-an abjad, namun hanya sekitar 2230 abjad huruf saja yang biasa digunakan di era Jepang yang modern saat ini.


Setiap anak sekolah di Jepang wajib menghapalkan huruf kanji sesuai dengan porsi yang ditentukan. Untuk level 1 (hingga lulus sekolah dasar) jumlah hurf kanji yang harus dihapalkan ada sekitar 2000 huruf. Level 2 (hingga lulus sekolah menengah pertama) jumlah yang harus dihapalkan ada sekitar 1000 huruf. Level ke 3 dan 4 (lulus sekolah menengah akhir hingga dewasa) wajib mempelajari sekitar 450 abjad huruf kanji.

4. Huruf Romaji

Meskipun cukup jarang digunakan oleh orang Jepang sendiri, namun huruf romanji atau romawi ini sangat berguna bagi orang-orang non Jepang yang sedang menimba ilmu atau bekerja di sana. Dalam kehidupan sehari-hari, biasanya orang asing dan orang Jepang menggunakan aksara romaji untuk berkomunikasi terutama ketika menemukan kesulitan dala memahami penulisan dan pengucapan huruf hiragana, katakana, maupun kanji.

*fnsyc
Share on Google Plus

0 tanggapan: