Shodo : Tulisan Kaligrafi Jepang Dan Artinya

Seni menulis indah menggunakan kuas dan tinta hitam (Kaligrafi) di Jepang telah ada sejak beribu-ribu tahun lalu. Di Jepang, seni ini disebut Shodo (The Art of Brush). Seni Kaligrafi Jepang tak dapat dilepasakan dari asal muasalnya di Cina. Seni ini baru masuk ke Jepang pada abad ke-17 bersamaan dengan penyebaran agama Budha dari India menuju ke dataran timur Asia, yaitu Cina, Korea, dan Jepang.


Beberapa karakter Shodo seringkali dipamerkan di festival-festival Jepang. Berikut beberapa diantaranya yang paling sering digunakan,

Ai (Cinta)


Karakter ini sangat universal dan paling sering digunakan dalan seni kaligrafi Jepang. Baik dalam bahasa Cina, Kanji Jepang, Hanja Kuno Korea, dan Aksara Vietnam kuno, kesemuanya mengartikan karakter ini sebagai “Cinta”. Simbol ini banyak digunakan pada T-shirt, mug minuman, tato, dan masih banyak lagi
Karakter ini juga dapat didefinisikan sebagai kasih sayang, kesukaan, atau ketertarikan pada suatu hal. Namun, kebanyakan mengacu pada hubungan romantisme.

Ryoku (Kekuatan)


Simbol ini diartikan sebagai "kekuatan" atau “kekuasaan”. Dalam bahasa Jepang, Ketika berdiri sendiri, karakter ini diucapkan sebagai "chikara" di Jepang. Sedangkan ketika dibunakan dalam kalimat, diucapkan sebagai "ryoku". Dalam beberapa konteks, karakter ini juga memiliki arti kemampuan, kekuatan fisik, dan pengaruh.

Wa (Kedamaian - Harmoni) 


Karakter ini merupakan bentuk paling sederhana dari kata “damai” dan “harmonis”. Simbol ini juga diterjemahkan dalam bebrapa artian lainnya, seperti damai, lembut, ringan, baik, dan tenang. Dengan konteks yang lebih harmonis, symbol ini diterjemahkan sebagai kesatuan, kebersamaan, hubungan baik, atau keramahan.
Karakter ini sangat populer digunakan pada catatan kaligrafi budaya Asia. Di Asia, symbol ini bahkan menjadi symbol perdamaian dan sempat beberapa kali ditampilkan dalam acara Olimpiade di Beijing – Cina pada tahun 2008 lalu. Dalam catatan sastra dan puisi kuno dari Cina, karakter ini digunakan sebagai penghubung atau penjumlah dua hal atau lebih. Misalnya jika Anda ingin mengatakan "matahari dan bulan" dalam bentuk variasi lain, maka Anda bisa mengatakan "matahari selaras dengan bulan".

Fuku (Keberuntungan)


Dalam bahasa Jepang, karakter ini disebut “Fuku”, namun dalam bahasa Cina karakter ini hanya diucapkan sebagai "Fu". Hampir semua orang di Cina menempelkan karakter ini di pintu masuk rumah mereka selama Festival Musim Semi (berkaitan erat dengan Tahun Baru Cina).
Tradisi ini sebenarnya sudah ada sejak zaman Dinasti Zhou (256 SM) yang menyatakan bahwa menempatkan simbol “fu” di pintu depan pintu masuk akan menjauhkan dewi kemiskinan. Secara harfiah, symbol ini memiliki arti nasib baik, kemakmuran, diberkati, kebahagiaan, dan tercukupi.
Share on Google Plus

0 tanggapan: