Bentuk Rumah Tradisional Jepang : Washitsu, Genkan, Sento, dan Washiki

Beberapa diantara kita mungkin sudah sering melihat bentuk-bentuk rumah di jepang melalui serial-serial kartun atau film yang ditayangkan di televisi. Salah satu hal yang mungkin paling kita ingat dari rumah Jepang adalah pada tempat melepas alas kaki dan ruangan serbagunanya, yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Pada faktanya, Rumah tradisional Jepang terbagi menjadi beberapa ruangan utama, diantaranya Area pintu masuk (Genka), Ruang serba guna (Washitsu), Dapur, dan Toilet (Washiki).


Area pintu masuk di rumah Jepang disebut Genkan. Tempat ini juga biasanya menjadi tempat orang melepas alas kakinya. Di Jepang, menggunakan alas kaki dalam rumah diperbolehkan asalkan digunakan khusus dalam rumah. Lantai rumah biasanya dibangun setingkat lebih tinggi dari Genkan.

Washitsu atau ruang serbaguna, adalah ruangan yang beralaskan tatami (sejenis alas berbentuk tikar yang berpetak-petak). Dalam 1 rumah, biasanya tersedia beberapa washitsu dengan 1 washitsu utama. Ruangan ini bisa digunakan sebagai ruang tamu, ruang makan, ruang belajar, atau bahkan kamar tidur. Di salah satu sisi ruangan biasanya ditempatkan sebuah Oshiire (lemari portable) yang disunakan sebagai ruang penyimpanan. Untuk membentuk sekat pada tiap ruangan, digunakan Fusuma dan Shoji. Fusuma adalah sebuah panel berbentuk persegi panjang yang dipasang vertikal pada rel kayu. Fusuma dapat dibuka dan ditutup dengan cara didorong. Shoji juga bentuknya tidak jauh berbeda, hanya saja Shoji dapat ditembus oleh cahaya, sedangankan Fusuma tidak dapat ditembus oleh cahaya.

Dapur di rumah tradisional Jepang terbagi menjadi 2 tipe. Tipe yang pertama menggunakan tungku di atas tanah, sedangkan yang kedua menggunakan tungku yang digantung. Kedua tungku ini sama-sama memanfaatkan kayu bakar. Sedangkan untuk kamar mandi, rumah tradisional jepang kebanyakan tidak memiliki kamar mandi pribadi karena mereka menggunakan kamar mandi umum (Sento) secara bersama pada satu daerah. Meski bersama-sama, tetap dibedakan antara kamar mandi pria dan wanita.

Washiki atau toilet tradisional Jepang berbentuk kloset jongkok yang terbuat dari porselen. Bentuknya berkebalikan dengan kebanyakan toilet jongkok di Indonesia. Di Jepang toilet menghadap ke dinding, sedangkan di Indonesia hadapnya membelakangi tembok. Kloset jongkok ini terbagi menjadi 2, takni yang berada di permukaan lantai dan yang berada di atas lantai yang ditinggikan sekitar 30 cm dari permukaan lantai.

*fnsyc
Share on Google Plus

0 tanggapan: