Berbagai Panggilan Sayang untuk Pasangan dalam Bahasa Jepang

Tidak jauh berbeda dengan di Indonesia, masyarakat Jepang juga memiliki beberapa nama panggilan atau sebutan sayang untuk orang yang dikasihinya. Panggilan sayang di sini mengacu pada pasangan yaitu untuk kekasih atau pasangan suami istri. Pasangan – pasangan muda di Jepang yang telah menikah biasanya cenderung memanggil pasangannya dengan nama kecil mereka sebagai panggilan sayang. Di Jepang, nama panggilan saat kecil disebut “Shita no namae” (下の名前), sedangkan panggilan khusus disebut “Aishō” (愛称). Pasangan menikah yang sudah memiliki anak biasanya akan saling memanggil dengan sebutan papa-mama atau dalam bahasa Jepang “otousan-okaasan”.


 Di jepang, ada juga beberapa istilah yang digunakan si suami untuk memanggil istrinya. Aada yang memanggil dengan sebutan “kamisan”(おカミさん), “okusan” (奥さん), “nyoubou”(女房), “kanai”(家内), “tsuma”(妻), “yome”(嫁), “uchi no hito” (家の人) dan masih banyak lagi. Panggilan yang juga berasal dari adapatasi bahasa inggris adalah “waifu” (ワイフ) yang berasal dari kata Wife dan “Hanī”(ハニー)yang berasal dari kata honey.

Seorang suami pada pasangan muda memanggil istrinya dengan sebutan “uchi no yome” (家の嫁) atau “uchi no okusan” (家 の奥さん). Namun, ketika usianya mencapai 40 tahunan biasanya si suami akan menyebut istrinya dengan sebutan “uchi no tsuma” (家の妻), “uchi no kami”(家のカミ), dan “uchi no kanai”(家の家内). Panggilan yang paling banyak digunakan untuk sebutan suami kepada istrinya adalah “yomesan”(嫁さん), yang kemudian diikuti “okusan”(奥さん), “tsuma”(妻), “kanai”(家内), dan “kami”(カミさん).

Sementara untuk panggilan istri kepada suaminya di sebutkan dengan “uchi no danna-san” (家の旦那さん). Para istri juga seringkali menyebut suaminya hanya dengan sebutan “Danna san” (旦那さん). Nama panggilan ini bermula dari jaman para geisha, dimana panggilan “danna” ditujukan untuk tuan atau kepala keluarga.

*fnsyc
Share on Google Plus

0 tanggapan: