Mengenang Terjadinya Gelombang Tsunami 4 Tahun Lalu di Jepang

Letak wilayah negara Jepang yang dikelilingi oleh lautan dan berada tepat di atas patahan lempeng bumi membuat Jepang sangat akrab dengan gempa tektonik maupun Tsunami. Pemerintah Jepang bahkan secara khusus telah menggerakkan kesadaran masyarakat akan gempa dan tsunami dengan cara memasukkan materi khusus tentang cara menyelamatkan diri dari gempa di dalam materi pelajaran di sekolah dasar.


Gempa tektonik yang disertai Tsunami di Jepang sudah beberapa kali terjadi, namun yang paling parah baru terjadi tepat 4 tahun lalu yakni di tahun 2011. Gelombang Tsunami kali ini merupakan yang terparah sejak 140 tahun terakhir. Peristiwa ini diawali dengan terjadinya gempa bumi berkekuatan 8,9 SR yang terjadi di hari Jumat siang (11/3/2011). Setelah gempa pertama mengguncang, muncul beberapa kali gempa susulan yang diserta peringatan akan terjadinya Tsunami setinggi 10 meter.

USGS sebagai Badan Survei Geologi milik Amerika Serikat awalnya mengumumkan bahwa gempa tersebut berkekuatan 7,9 SR dan berpusat di kedalaman 24,3 km, sekitar 130 km di sebelah timur Sendai, pulau utama Honshu. Namun tak lama kemudian, USGS meralat pernyataannya dengan mengatakan bahwa gempa yang terjadi berkekuatan lebih besar yakni 8,9 SR. Selain Jepang, ada juga negara tetangga yang berpotensi untuk terancam Tsunami, yaitu Filipina, Taiwan, dan Rusia.

Berikut rekaman video pada menit-menit terakhir menjelang Tsunai di jepang pada tahun 2011 lalu,

Gempa bumi ini tercatat telah merenggut 18.000 nyawa penduduk Jepang. Sebagian besar merupakan korban reruntuhan bangunan akibat gempa serta beberapa korban lain berasal dari kapal yang hanyut, penumpang kereta api yang hilang, dan korban terseret arus air dari bendungan yang jebol akibat gempa. Hal ini belum lagi ditambah dengan kerugian materiil cukup besar yang harus diterima Pemerintah dan penduduk Jepang akibat ribuan rumah yang rusak di perfektur Fukushima dan sekitarnya.

Bencana gempa dan tsunami ini rupanya membawa ancaman lain. Bukan hanya meluluhlantakkan rumah warga, peristiwa ini juga menyebabkan 2 pembangkit nuklir di Jepang rusak parah yakni pembangkit nuklir Fukushima 1 dan 2. Kerusakan sistem pendingin pada kedua reaktor memaksa pihak operator Tokyo Electric Power untuk melepaskan uap radioaktif ke udara demi mengurangi tekanan dari pembangkit. Hal ini mengharuskan Pemerintah Jepang untuk segera mengevakuasi ribuan warga yang bermukim di sekitar area tersebut agar tidak terpapar oleh zat radioaktif yang mengudara. Sementara diwaktu bersamaan, Pemerintah berfokus pada upaya meminimalkan pelepasan radiasi dan menjaga agar masyarakat setempat tetap dalam kondisi aman. Hal ini sudah menjadi risiko yang melekat pada pembangkit nuklir, dimana kesalahan yang bersumber dari human error akan selalu rentan mengancam nyawa manusia.

*fnsyc
Share on Google Plus

0 tanggapan: