Sistem Ekonomi Jepang : Penduduk, tenaga Kerja, Sektor Penggerak Ekonomi

Di masa kini, Jepang telah tampil sebagai salah satu negara dengan teknologi tercanggih dan paling modern di dunia. Struktur ekonomi Jepang didominasi oleh kegiatan ekspor yang menyokong pertumbuhan perekonomian di Jepang.

 

Ekonomi Geografis


Meskipun secara geografis Jepang memiliki lahan seluas 364.485 km2, namun sekitar 70% dari lahan tersebut merupakan hutan yang tidak cocok untuk digunakan sebagai pertanian, industri, atau bahkan pemukiman. Hanya ada sekitar 12% lahan yang tergolong subur dan dapat ditanami, itulah mengapa Jepang mengimpor hampir sekitar 60% gandum dan pakan ternak nabati dari negara lain.
Kurangnya sumber daya alam membuat Jepang bergantung pada impor komoditas seperti bahan bakar, bahan makanan, bahan kimia, tekstil, dan bahan baku dari berbagai negara untuk sektor industrinya. Jepang adalah negara pengimpor minyak terbesar ke-3 di dunia, dengan kuantitas 5 juta barel per hari untuk memenuhi sekitar 45% kebutuhan energi pada tahun 2009.


Penduduk dan Tenaga Kerja


Di tahun 2013, jumlah penduduk Jepang mencapai lebih dari 127 juta jiwa dengan jumlah tenaga kerja produktif sebanyak 65 juta orang. Tingkat pengangguran di Jepang untuk 2012 adalah sebesar 3,3% saja. Tantangan terbesar pemerintah Jepang untuk menciptakan piramida berimbang justru terkendala oleh pertumbuhan penduduk yang negatif. Angka harapan hidup yang tinggi dan tingkat kelahiran yang rendah di Jepang mengindikasikan bahwa negara ini memiliki proporsi penduduk usia lansia yang cukup tinggi, yakni sekitar 24,8% dari total keseluruhan penduduk. Tingkat kesuburan penduduk di Jepang hanya sebesar 1,39, hingga jepang menduduki peringkat ke 17 sebagai negara dengan pertumbuhan penduduk terlambat di dunia.


Sektor Penggerak Ekonomi Jepang


Pada tahun 2012, sektor Industri bertanggung jawab atas 27,5% dari Produk Domestik Bruto Jepang. Industri yang tergolong besar di Jepang adalah termasuk Industri kendaraan bermotor, peralatan elektronik, mesin, baja dan logam non-besi, kapal laut, industry kimia, tekstil, dan industri makanan olahan.
Industri otomotif roda 4 Jepang menghasilkan mobil yang mungkin kalah jumlahnya dari yang mampu dibuat oleh China, namun mobil buatan Jepang tetap menjadi primadona dan berteknologi paling maju di dunia. Tercatat ada 6 pabrikan mobil terbesar dunia yang bermarkas di jepang, diantaranya Toyota, Renault-Nissan, Honda, Suzuki, Mazda, dan Mitsubishi. Industri otomotif berhasil menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 10,5% pada tahun 2009, walaupun ketika itu Jepang sedang dilanda krisis keuangan global. Jepang juga menjadi lading bagi beberapa produsen elektronik terbesar dunia, seperti Sony, Casio, Mitsubishi Electric, Panasonic, Canon, Fujitsu, Nikon, Yamaha, dan masih banyak lagi. Gempa parah yang terjadi di Jepang pada tahun 2011 sempat menjatuhkan pertumbuhan industri jepang dari yang semula terbaik ke-8 di dunia pada tahun 2010 menjadi salah satu yang terburuk pada tahun 2011.
Dibalik itu semua, justru sektor jasa yang lebih dominan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jepang. Sektor ini mengisi 71,4% PDB pada tahun 2012. layanan utama di Jepang meliputi jasa perbankan, asuransi, ritel, transportasi dan telekomunikasi. Peranan bidang lainnya datang dari sektor pertanian yang memang tak begitu besar angkanya. Sektor pertanian hanya menyumbang sekitar 1,2% dari angka PDB nasional.

0 tanggapan:

Sistem Perekonomian Jepang

Jepang sudah tidak diragukan lagi peranannya dalam percaturan perekonomian dunia. Tampil sebagai salah satu pionir ekonomi di Asia, Jepang mampu mencapai pendapatan perkapita sebesar USD 31.410 pertahunnya (setara Rp 443 juta/tahun). Kestabilan ekonomi Jepang menjadikan negara ini mampu menempati urutan ke-2 sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia setelah Amerika Serikat. Jepang memiliki beberapa sektor industri andalan, diantaranya sektor transportasi, telekomunikasi, konstruksi, real estate, perbankan, asuransi, dan bisnis retail. Jepang juga memiliki indutri berteknologi tinggi di bidang elektronik, otomotif, tekstil, industry kimia, pengolahan baja, logam non-besi, dan pengolahan makanan. Sebesar ¾ dari jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) jepang berasal dari sektor Jasa.


Jepang mulai menganut sistem ekonomi pasar bebas pada periode Meiji (1868-1912), Jepang juga mulai menerapkan model kapitalisme Inggris dan AS pada masa itu. Pada awal periode, pemerintah Jepang mulai membangun jalan raya, jalur kereta api, dan mereformasi kepemilikan tanah. Untuk mewujudkannya, pemerintah Jepang mendatangkan lebih dari 3.000 orang Eropa dan Amerika Serikat ke Jepang sebagai tenaga pengajar. Jepang mengalami masa-masa kejayaan ekonomi pada tahun 1960-an hingga 1980-an yang biasa disebut “keajaiban ekonomi Jepang”. Di tahun 1960-an, Jepang mampu menumbuhkan perekomiannya hingga 10%. Disusul dengan perolehan 5% pertumbuhan ekonomi di tahun 1970-an dan 4% di tahun 1980-an, dimana Jepang mendulang kesuksesan besar melalui ekspor otomotif dan elektroniknya ke Eropa dan AS hingga menjadikan surplus neraca perdagangan.

Pada tahun 2001, jumlah angkatan kerja di Jepang tercatat mencapai 67 juta orang dengan jumlah pengangguran hanya sebesar 4%. Dari sisi produktifitas kerja, Jepang menduduki urutan ke-19 dunia pada tahun 2007. Bahkan menurut indeks Big Mac, pekerja di Jepang mendapat upah per jam terbesar di dunia. Data pada tahun 2006 menunjukkan bahwa sebanyak 326 perusahaan Jepang masuk dalam daftar Forbes Global 2000, yang artinya mengisi sekitar 16,3% dari 2000 perusahaan publik terbesar di dunia. Honda, Toyota Motor, Mitsubishi Corporation, Mitsubishi UFJ Financial, Canon, Nintendo, NTT DoCoMo, Matsushita Electric Industrial, Nippon Telegraph & Telephone, dan Sumitomo Mitsui Financial tampil sebagai 10 perusahaan terbesar di jepang pada tahun 2008. Bursa Saham Tokyo memiliki total kapitalisasi pasar terbesar ke-2 di dunia.

Jepang menempati urutan ke-12 dalam Indeks Kemudahan Berbisnis negara-negara di dunia, menjadikan Jepang sebagai salah satu negara maju dengan birokrasi paling sederhana. Budaya berbisnis di Jepang memberlakukan konsep-konsep lokal, seperti Sistem Nenkō, nemawashi, salaryman, dan office lady. Rat-rata perusahaan di Jepang memberlakukan sistem kenaikan pangkat berdasarkan senioritas dan memberikan jaminan pekerjaan seumur hidup.

0 tanggapan:

Jikoshoukai - Contoh Percakapan Perkenalan dalam Bahasa Jepang

Ketika bertemu dengan orang baru di sebuah lingkungan, orang Jepang terbisa untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Kalimat perkenalan diri ini disebut dengan ‘Jikoshoukai’ dalam bahasa Jepang. Budaya memperkenalkan diri merupakan bagian dari sopan santun dan tatakrama masyarakat Jepang.


Urutan ‘Jikoshoukai’ dalam bahasa Jepang biasanya diucapkan dalam 3 urutan, yakni mulai dari kalimat pembuka, perkenalan identitas, dan kalimat pembuka. Secara sederhana dapat digambarkan seperti berikut ini,

Kalimat Pembuka Perkenalan

‘Hajimemashite’ (はじめまして)
Dalam bahasa Indonesia, kalimat ini diartikan sebagai “Senang bertemu dengan Anda”

Kalimat Perkenalan Identitas diri

‘Watashi wa __ desu’ (わたしは ___です) : Saya adalah _(sebutkan nama)_, atau
‘Watashi no namae wa __ desu’ (わたしの名前は __ です) : Nama saya adalah _(sebutkan nama)_.
Anda juga bisa menyebutkan identitas lain seperti tempat asal, kebangsaan, atau profesi Anda.
‘Watashi wa Indoneshiajin desu’ (わたしはインドネシアじんです) : Saya adalah orang Indonesia.
‘Watashi wa sensei desu’ (わたしはきょうしです) : Saya adalah guru.

Kalimat Penutup Perkenalan

‘Douzo yoroshiku’ (どうぞよろしく), yang artinya “Mohon bantuan/bimbingannya”. Anda juga mengucapkan dengan cara yang terdengar lebih sopan, yaitu ‘Douzo yoroshiku onegaishimasu’ (どうぞよろしくおねがいします).

Berikut ini contoh tampilan percakapan dalam perkenalan,

A : .Watashi wa Meiko desu (saya adalah Meiko). O namae wa? (Nama anda?)
B : Watashi no namae wa Rangga desu (Nama saya Rangga). Gakusei desu (Saya seorang pelajar). Indoneshia jin desu (Saya orang Indonesia). Doko kara kimashitaka? (Kamu berasal dari mana?)
A : Nihonjin desu (Saya orang Jepang). Daigakusei desu (Saya seorang mahasiswa).

Percakapan perkenalan juga dapat berupa kalimat negatif, misalnya seperti berikut ini :

C : Sensei desu ka? (Apakah anda guru?)
D : Iie, watahi wa sensei ja arimasen. (Tidak, saya bukan guru).

E : Anohito wa Nihon jin desu ka? (Apakah dia orang Jepang?)
F : iie, Sou ja arimasen. Ano hito wa Indoneshiajin desu. (Tidak, dia bukan orang Jepang. Dia orang Indonesia).

G : Anata wa Satou san desu ka? (apakah Anda yang bernama nona Satou?)
H : iie, atashi wa Satou san ja arimasen. (Tidak, Saya bukan nona Satou).
*fnsyc

0 tanggapan:

Ucapan Salam dan Sapaan Formal di Jepang

Seperti pada kebanyakan bahasa di dunia, dalam bahasa Jepang juga terdapat beberapa salam yang diucapkan sesuai dengan perputaran waktu. Kali ini kita akan khusus membahas tentang sapaan dan salam atau 'Aisatsu'「あいさつ」yang sifatnya formal dalam bahasa Jepang. Ucapan salam formal ini biasanya ditujukan pada orang yang kita hormati, orang tua, orang yang lebih tinggi derajat sosialnya, dan atasan atau senior kita. Ucapan salam tersebut diantaranya adalah “Ohayou Gozaimasu” 「おはようござ います」, “Konnichiwa” 「こんにちは」, “Konbanwa” 「こんばんは」, dan “Oyasuminasai” 「お休みなさい」.


Ucapan “Ohayou gozaimasu” secara harfiah memiliki arti "awal hari" yang dalam pengucapannya diartikan sebagai “selamat pagi”. “Ohayou” merupakan peralihan dari kata sifat "hayai" yang berarti awal dan kata “gozaimasu” akhiran kalimat yang menunjukkan bentuk hormat atau formal. Versi pendeknya, yaitu “Ohayou” dirasa kurang sopan karena merupakan bentuk informal. Batas pengucapan salam ini biasanya hanya sampai pukul 11.00 pagi, yang kemudian dilanjutkan dengan “Konnichiwa”.

Kata “Konnichiwa” memiliki arti harfiah "hari ini" atau “siang hari ini”. Kata ini diucapkan untuk mengekspresikan “Selamat siang”. Partikel “wa” dalam kata “Konnichiwa” merupakan idiom yang juga bisa diartikan sebagai “halo” atau “hai” dalam bahasa Indonesia. Kata “Konbanwa” juga tak jauh berbeda dengan “Konnichiwa”, dimana ucapan ini berasal dari kata “Konban” yang memiliki arti harfiah “malam ini”.

Ucapan selanjutnya dan yang paling akhir diucapkan di malam hari “Oyasuminasai” yang jika diartikan secara harfiah terlihat seperti ajakan atau perintah sopan untuk beristirahat pada lawan bicaranya. Ucapan “Oyasuminasai” berasal dari kata “Yasumimasu” yang merupakan bentuk formal dari kata “Yasumu" yang bisa berarti “Beristirat”. Dalam bahasa Inggris, penggunaan kata ini sama dengan ucapan “Good night” yang biasa disampaikan sebelum tidur. Sedangkan fungsi dari kata “nasai” adalah untuk membuatnya formal dari sekedar mengucap “Oyasumi” saja.

Selain keempat pengucapan salam tadi, orang Jepang juga biasa mengucapkan salam-salam lain seperti saat menjelang perpisahan. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut,
• “Sayonara” 「さ よ う な ら」 berarti "Selamat tinggal". Kata ini diucapkan ketika dua orang atau lebih akan berpisah dan tidak tahu dengan pasti kapan akan bertemu lagi. Bentuk kata ini tergolong formal dan boleh dikatakan pada orang yang lebih tua atau lebih terhormat.
• “Mata Atode” 「ま た あ と で」 memiliki arti "Sampai ketemu lagi". Ucapan ini tergolong informal, yang artinya hanya boleh diucapkan pada rekan yang sudah akrab dengan kita atau pada orang yang usianya lebih muda dari kita. Kata "Atode" 「あ と で」sendiri bisa diganti sesuai dengan kapan kira-kira akan bertemu lagi misalnya dengan menggunakan kata "Ashita" 「あした」bila akan bertemu lagi besok menjadi "Mata Ashita"「またあした」atau "Raishuu" bila akan bertemu lagi minggu depan menjadi「また来週」.

*fnsyc

0 tanggapan:

Istilah-istilah dalam Karate yang Diambil Dari Bahasa Jepang

Karate merupakan salah satu cabang olahraga bela diri yang berasal dari Jepang hingga menggunakan bahasa Jepang sebagai bahasa pengantarnya. Karate berasal dari kanji 「空手」yang tersusun dari kanji「空」yang artinya "kosong" dan kanji「手」yang artinya "tangan". Bahasa Jepang selalu digunakan dalam setiap aktifitas olahraga tangan kosong ini, mulai dari aba-aba, nama gerakan, hitungan, nama panggilan, hingga sebutan untuk benda-benda yang digunakan.

Kali ini kita akan membahas beberapa istilah bahasa Jepang yang biasa digunakan dalam dunia Karate. Agar lebih mudah dipahami, kita akan kelompokkan istilah tersebut dalam masing-masing kategorinya, sebagai berikut :

Menghormat

Seperti halnya kebudayaan masyarakat Jepang yang akrab dengan sapaan dan penghormatan, para penampil karate yang akan bertanding biasanya akan saling membungkukkan badan berhadapan sambil mengucap 'Oshi', atau sering juga dibaca dengan 'Oss'. Kata ini berasal dari singkatan 'Oshi Shinobu' yang artinya tidak pernah menyerah. Kata ‘Oshi’ juga berasal dari ungkapan 'Osu No Seishin' yang memiliki arti ketekunan dalam tekanan. Dalam pertandingan karate, kata ini biasanya diucapkan sekedar untuk menjawab ‘ya’ atau ‘paham’ dari instruksi yang diberikan.

Beberapa istilah penghormatan dalam karate, diantaranya adalah :
• Mokuso : aba-aba untuk menutup mata dan memulai meditasi.
• Mokuso yame : aba-aba untuk membuka mata setelah setelah meditasi.
• Shomen ni rei : Menghormat ke depan (pada pertandingan, aba-aba ini digunakan untuk menghormat ke arbiter pertandingan, pemimpin perguruan, dan senior-senior yang duduk di depan).
• Shihan ni rei : Menghormat kepada Shihan.
• Sensei ni rei / Senpai ni rei : Menghormat kepada pembina.
• Otagai ni rei : Menghormat ke lawan (orang lain)

Sapaan menurut Tingkatan

• Sosai : Presiden atau ketua umum dalam struktur organisasi perguruan.
• Kancho : Kepala atau Director dalam struktur organisasi perguruan.
• Shihan : Master atau founder (orang tertinggi di perguruan)
• Sensei : Pembina perguruan (biasanya telah memiliki tingkatan DAN 3 keatas).
• Yudansha : Karateka dengan sabuk hitam.
• Senpai : Karateka dengan tingkatan lebih tinggi dari kita.
• Kohai : Karateka dengan tingkatan sama.
• Dohai : Karateka dengan tingkatan lebih rendah.
• Otagai : Warga lain (lawan bertanding).

Arena Berlatih dan Seragam

• Dojo : Tempat berlangsungnya latihan (berupa tempat khusus yang hanya digunakan untuk latihan)
• Gi / Dogi / Karate-gi : Baju karateka
• Obi : Sabuk karate
• KYU : Tingkatan sabuk dasar (berwarna), mulai KYU 10 hingga KYU 1
• DAN : Tingkatan sabuk senior (hitam), mulai DAN 1 hingga DAN 10

Istilah Pertandingan

• Kumite : Perkelahian
• Ippon Kumite : Perkelahian 1 langkah (2 orang bertanding, penyerang menyerang sekali. Pihak yang diserang menangkis, lalu membalas serangan).
• Sanbon Kumite : Perkelahian 3 langkah (hampir sama dengan ippon kumite, hanya saja serangan balasan baru boleh dilakukan setelah 3 kali pukulan dilancarkan oleh penyerang).
• Jiyo Kumite : Perkelahian bebas 1 lawan 1 secara terhormat.

*fnsyc

0 tanggapan:

Cara Mengucapkan Permohonan 'Maaf' dalam Bahasa Jepang

Budaya meminta maaf sangat kental di Jepang, hal ini dikarenakan masyarakat Jepang sangat menjunjung tinggi penghormatan dan tak segan untuk meminta maaf meskipun hanya untuk sebuah kesalahan kecil yang tidak disengaja sekalipun. Bagi Anda penggemar kartun anime atau manga pasti sudah tidak asing dengan kebiasaan orang Jepang yang sedikit-sedikit minta maaf.


Kata maaf di Jepang diucapkan dalam beberapa versi, tergantung dari situasi dan tingkat keformalannya. Daripada berlama-lama, langsung saja kita bahas satu persatu.

Sumimasen

Kata “Sumimasen” adalah yang paling umum dan paling sering digunakan. Kata ini digunakan untuk mengungkapkan permintaan maaf yang bersifat ringan, seperti ketika tak sengaja menabrak seseorang, meminta sesuatu, atau ketika ingin mengucapkan terimakasih atas bantuan seseorang.

Sumimasen Deshita

Kata “Sumimasen deshita” merupakan bentuk lampau dari sumimasen. Kata ini digunakan untuk mengungkapkan permintaan maaf terhadap apa yang telah Anda lakukan. Misalnya, ketika Anda ketahuan tertidur saat berada di jam kerja, atau saat berada di jam sekolah.

Shitsureishimasu

Kata selanjutnya adalah “Shitsureishimasu” yang merupakan bentuk maaf non-formal ketika Anda akan melakukan sesuatu yang membuat orang lain merasa tidak nyaman. Dalam Bahasa Indonesia, kata ini diartikan sama halnya dengan ucapan “Permisi”. Biasanya, orang Jepang mengatakan kata ini ketika akan menerima telepon di tengah pembicaraan atau pada saat makan.

Shitsurei Shimashita

Kata ini merupakan versi lampau dan lebih formal dari sekedar mengucapkan “shitsurei”. Kata ini biasanya digunakan oleh orang Jepang ketika mereka diharuskan untuk meninggalkan suatu acara karena kepentingan lain. Dalam dunia kerja, kata ini juga biasanya diucapkan oleh seorang bos pada karyawannya yaitu “osaki ni shitsureishimasu” yang artinya “maafkan Saya karena pulang terlebih dulu”.

Shikkei

Shikkei memiliki arti yang sama seperti shitsurei. Yang menarik kata ini lebih banyak digunakan oleh pekerja kantoran. Anak muda jarang menggunakan kata ini. Kalian akan menemukan penggunaan kata ini saat kalian bekerja di perkantoran.

Gomen/Gomennasai

Gomen adalah kependekan dari “Gomennasai” dan sifat pengucapannya sangat formal. Kata ini biasanya diucapkan ketika Anda terlambat datang di sebuah acara. “Gomennasai” menunjukkan rasa penyesalan kita yang dalam karena tidak mampu memenuhi tanggung jawab yang dipenuhi.

Moushiwake arimasen deshita

Kalimat permintaan maaf yang terakhir dan paling formal adalah “Moushiwake arimasen deshita”. Melebihi kata Gomen, kalimat “Moushiwake gozaimasen deshita” digunakan dalam situasi yang sangatlah formal. Orang Jepang biasanya mengucapkan kalimat ini ketika mereka telah melakukan suatu kesalahan yang terbilang cukup fatal dan merugikan orang lain. Untuk mengucapkannya, seseorang harus sembari membungkukkan badan untuk menunjukkan kesungguhannya.

*fnsyc

0 tanggapan:

Mengenal Jenis-jenis Kimono, Busana Tradisional Jepang

Mendengar istilah Kimono, pasti sudah tak asing lagi di telinga kita. Busana tradisional Jepang ini pamornya sudah mendunia dan seringkali kita lihat penggunaannya di berbagai acara ala Jepang di Indonesia. Kata Kimono sendiri berasal dari 2 kata, yakni “ki” (着) yang diambil dari kata “kiru” (着る) yang memiliki arti “memakai” dan kata “mono” (物) yang digunakan untuk menyebut "barang" dalam bahasa Jepang. Kimono keseluruhan terdiri dari beberapa jenis dan masing-masing digunakan pada situasi yang berbeda. Pada saat ini, Kimono hanya digunakan pada acara atau kesempatan tertentu, karena kimono sudah tidak lagi digunakan sebagai pakaian sehari-hari sejak tahun 1960-an.


Berikut adalah macam-macam jenis kimono yang dahulu kerap kali digunakan di Jepang,

Furisode (振袖)
Jenis kimono ini digunakan oleh wanita muda yang belum meikah untuk acara formal. Ciri khasnya adalah bukaan pada ketiak membentuk kantong tidak berjahit (tamato) yang memanjang ke bawah hingga mata kaki. Ciri khas lain dari Furisode adalah warna-warna pastelnya yang cerah dengan motif bunga, tanaman, hewan, atau keindahan musim di Jepang. Furisode juga digunakan sebagai baju pengantin wanita, dengan dipadukan bersama sejenis mantel yang disebut “uchikake”. Baju pengantin ini kemudian diberi sebutan “hanayome ishō”.

Tamesode (貯め袖)
Jika Furisode digunakan untuk wanita yang belum menikah, maka wanita yang telah menikah menggunakan Tamesode sebagai pakaian formalnya. Tamesode dibedakan menjadi 2 berdasarkan warna kainnya, yaitu Kurotamesode (hitam) dan Irotamesode (berwarna). Irotamasode cenderung lebih sering digunakan pada acara-acara resmi, karena Tamesode biasanya hanya digunakan pada acara formal dengan tema berduka.

Homongi (訪問着)
Jenis kimono formal selanjutnya adalah Homongi, yang bisa dikenakan baik oleh wanita lajang atau yang sudah menikah. Tingkat formalitasnya sedikit di bawah Tamesode, dan biasanya digunakan untuk menghadiri acara upacara minum the, merayakan tahun baru, dan pesta-pesta. Homongi memiliki ciri khas yang disebut “eba” (絵羽), yakni dimana corak kain yang saling tepat bertemu di bagian jahitan kimono.

Tsukesage (着け下げ)
Merupakan jenis kimono semiformal yang tingkatannya di bawah homongi. Tsukesage dapat digunakan baik oleh wanita yang sudah menikah ataupun belum.

Komon (顧問)
Komon adalah jenis kimono santai yang diperuntukan bagi wanita yang sudah atau belum menikah. Ciri khas dari kimono jenis ini adalah motif yang sederhana, seperti bunga-bunga berukuran kecil-kecil yang berulang. Komon biasnaya dikenakan saat menghadiri makan malam, menonton pertunjukan, atau pesta reuni dengan teman-teman.

Tsumugi (紬)
Komon biasa digunakan sehari-hari di rumah oleh wanita yang sudah atau belum menikah. Jenis kimono ini juga boleh digunakan untuk keluar rumah, seperti untuk berjala-jalan atau berbelanja. Jenis kimono ini dulunya digunakan oleh para pekerja di ladang.

*fnsyc

0 tanggapan:

Ucapan Selamat Pagi, Selamat Siang, dan Selamat Malam dalam Bahasa Jepang

Saling menyapa dan mengucapkan salam adalah hal yang dinilai sangat penting di Jepang. Orang Jepang biasa memulai pembicaraan dengan orang asing sembari mengucap salam. Seseorang yang berbicara tanpa mengucap salam terlebih dahulu dianggap kurang sopan, dan biasanya lawan bicara akan malas menanggapinya. Pengucapan frase salam di Jepang sangat erat kaitannya dengan waktu pengucapan, tak jauh berbeda dengan aturan pengucapan salam seperti “Selamat pagi”, “Selamat siang”, dan “Selamat malam”.



Di pagi hari, Anda bisa memberi salam pada orang yang Anda temui dengan mengucapkan “Ohayou gozaimasu” 「おはようございます」 atau “Ohayou” saja. Salam ini memiliki arti “selamat pagi”. Salam ini bisanya diucapkan sejak seseorang bangun tidur di pagi hari hingga memasuki siang hari di jam 11 siang. Memasuki pertengahan hari, Anda boleh mulai menggunakan salam “Konnichiwa!” 「こんにちは」. 「こんにちは」 diartikan sebagai “Selamat siang” sekaligus “Selamat sore” dalam bahasa Indonesia. Frase “Konnichiwa!” 「こんにちは」juga memiliki arti “Siang yang cerah”. Batas penggunaan salam “Konnichiwa” adalah mulai dari siang hari hingga menjelang petang, namun Anda juga bisa menggunakan di sela waktu lainnya yang penggunaannya akan kita bahas di bagian akhir.

Memasuki saat petang dimana matahari telah tenggelam, orang Jepang biasanya mengucapkan "Konbanwa!" 「こんばんは」 yang artinya “Selamat malam”. Selamat malam disini penggunaannya lebih seperti “Good evening” dalam bahasa Inggris. Penggunaannya adalah mulai saat petang hari hingga jelang sebelum tidur. Saat menjelang akan tidur, orang Jepang biasanya mengucapkan kata “Oyasuminasai” 「おやすみなさ い」. Frase ini biasanya menjadi penutup dari pembicaraan ketika seseorang yang akan pergi tidur, sama persis penggunaanya dengan ucapan “Good Night” dalam bahasa Inggris. Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, frase ini kurang lebih memiliki arti “Selamat malam”, “selamat tidur”, atau “selamat beristirahat”.

Dari ketiga frase tersebut, frase “Konnichiwa!” 「こんにちは」 ternyata bisa digunakan bukan hanya di siang hari. Frase “Konnichiwa!”「こんにちは」juga dapat diartikan sebagai “Halo” atau “Hai”. Itulah mengapa, frase “Konnichiwa!” 「こんにちは」 bisa diucapkan bahkan pada pagi atau malam hari. Frase ini bisa Anda gunakan jika Anda bertemu dengan orang lain dan lupa harus mengucapkan apa. “Konnichiwa” juga dapat Anda ucapkan pada siapa saja tanpa memandang usia atau status sosial si lawan bicara.

*fnsyc

0 tanggapan:

Makanan Khas Jepang yang Belum Populer di Indonesia

Seni kuliner khas Jepang terkenal cukup lezat dan banyak variannya. Beberapa diantaranya mungkin sudah akrab dengan kita seperti sushi, onigiri, mie ramen, tempura, okonomiyaki, takoyaki, kue dorayaki, dan kue mochi yang imut-imut. Orang Jepang memang terkenal sering menyajikan makanan dalam keadaan fresh atau tanpa dimasak, terutama untuk makanan jenis seafood. Namun jangan salah, di Jepang ada juga beberapa makanan yang dimasak hingga full cooked (matang penuh). Berikut kami sajikan beberapa makanan khas Jepang yang masih belum terlalu populer di Indonesia,

Domburimono

Makanan ini terdiri dari semangkuk nasi (domburi) yang disajikan dengan berbagai lauk yang direbus, seperti udang goreng (tendon), ayam dan telur (oyakodon), daging sapi (Gyudon), daging babi goreng (katsudon). Uniknya, lauk-lauk ini disajikan di atas nasi dalam mangkuk hingga nasi tidak terlihat sama sekali. mBiasanya disajikan juga dengan Sup tahu dan acar. Di Jepang, Domburimono sangat digemari karena harganya yang lebih terjangkau jika dibandingkan dengan makanan lainnya.

Yakitori

Yakitori tak jauh berbeda dengan sate di Indonesia. Daging ayam termasuk hati, jantung, dan potongan tulang mudanya ditusuk dan dipanggang di atas arang. Selain ayam, Yakitori juga bisa menggunakan berbagai macam sayuran seperti paprika hijau (piman), bawang putih (ninniku) dan bawang merah(Negi). Jika sate dihidangkan menggunakan saus kacang, maka Yakitori di Jepang disajikan menggunakan saus (tare) atau garam (shio). Yakitori dihidangkan sebagai kudapan bersama dengan minuman.

Ochazuke

Makanan ini mungkin akan terasa asing di lidah kita, bayangkan saja bagaimana rasanya makan nasi yang dituangi air teh atau air putih panas. Ochazuke adalah hidangan berupa nasi yang di atasnya diletakkan berbagai lauk seperti nori, tarako (mentaiko), tsukemono, tsukudani, shiokara, shiozake, dan wasabiumeboshi. Ochazuke dikonsumsi orang Jepang bukan sebagai makanan utama, tapi hanya sebagai makanan pengganjal perut diantara waktu makan atau sebelum tidur. Ochazuke juga memiliki fungsi lain untuk menetralkan rasa pada mulut setelah mengkonsumsi makanan yang memiliki rasa tajam.

Nabe

Dalam bahasa Jepang, Nabe artinya panci besar. Tak salah, karena makanan ini memang dimasak dan dihidangkan langsung bersama pancinya. Saat dihidangkan di atas meja, Panci akan diletakkan di atas alat pemanas atau kompor kecil. Makanan ini biasa dikonsumsi di musim dingin dan dimakan secara bersama-sama oleh beebrapa orang sekaligus.

Dango

Dango adalah kudapan asal Jepang berupa kue bulat seperti bola kecil bercita rasa manis. Dango terbuat dari tepung beras atau tepung terigu yang direbus atau dikukus. Dango disajikan dengan cara ditusuk dengan tusukan bamboo dan dicelupkan ke dalam saus manis. Variasi lainnya, Dango dimakan dengan taburan bubuk kacang kedelai, selai kacang merah, atau agar-agar dan buah kaleng.

*fnsyc

0 tanggapan:

Aisatsu - Ucapan Salam dan Sapaan dalam Bahasa Jepang

Masyarakat Jepang dikenal sangat ramah dan kerap mengucap kata salam serta sapaan pada hampir semua orang yang ditemuinya. Ucapan salam dan Sapaan dalam bahasa Jepang disebut juga dengan Aisatsu (あいさつ). Aisatsu terdiri dari berbagai ucapan mulai dari seseorang bangun tidur di pagi hari hingga akan tidur kembali di malam hari. Selain itu, Aisatsu (あいさつ) juga berisikan ucapan saat akan melakukan sesuatu, seperti makan, keluar rumah, hingga datang kembali ke rumah.

Bagi Anda yang belum memahami apa-apa saja aisatsu di Jepang, berikut kami berikan daftar aisatsu yang seringkali diucapkan di Jepang,



Hiragana
Romaji
Arti (dalam bahasa Indonesia)
おはよう ございます
Ohayou gozaimasu       
selamat pagi
こんにちわ
Konnichiwa
selamat siang
こんばんわ
Konbanwa 
selamat petang
おやすみなさい
Oyasuminasai
selamat tidur
でわ また
Dewa mata                  
sampai ketemu lagi
また あとで
Mata atode
Sampai bertemu nanti
また あした
Mata ashita
Sampai jumpa besok
また らいしゅう
Mata raishuu                
sampai minggu depan
また あいましょう
Mata aimashou
Sampai bertemu lagi (untuk waktu yang tidak ditentukan)
さよなら
Sayonara
selamat tinggal
いって きます
Itte kimasu                    
Aku pergi (diucapkan saat akan  keluar rumah)
いって らしゃい
Itte rasshai                   
jawaban dari “Itte kimasu”
ただいま
Tadaima
Aku datang / pulang (diucapkan saat baru tiba di rumah)
おかいりなさい
Okairinasai
jawaban dari “Tadaima”
おかえり なさい
Okaeri Nasai
Selamat Datang!
いただきます
Itadakimasu
selamat makan! (diucapkan sebelum makan)
おひさしぶり です
Ohisashiburi desu ne    
lama tidak bertemu
ありがとう ございます
Arigatou gozaimasu      
terima kasih
すみません
Sumimasen  
Permisi / maaf (nonformal)
しつれい します
Shitsurei shimasu
Permisi / maaf (formal)
ごめん さい
Gomen na sai
Mohon maaf
おげんき です
Ogenki desu ka           
apa kabar?
ようこそ
いらしゃいませ
Youkoso! / Irasshaimase!
Selamat datang! (biasa diucapkan oleh penjaga toko)
もし - もし
Moshi-moshi
Halo! (diucapkan lewat telepon)
おめでとう
Omedetou
Selamat!
どぞ よるしく
Dozo Yorushiku
Senang Bertemu Dengan Anda
おひさしぶり ですね
Ohisashiburi desune
Lama tidak bertemu
おねがいします
Onegaishimasu
Minta tolong!
 

0 tanggapan:

Alamat dan Nomor Telepon KANTOR KEDUTAAN JEPANG di Indonesia

Hubungan bilateral yang telah lama terjalin antara Indonesia dengan Jepang mengharuskan kedua negara untuk menempatkan masing-masing perwakilan diplomatiknya di wilayah negara rekanannya. Perwakilan diplomatic ini nantinya akan ditugasi oleh negara pengutusnya untuk membina hubungan baik dengan negara rekanan agar interaksi antar kedua negara tetap berjalan lancar. Pelaksana tugas diplomatik ini terdiri dari Duta besar (biasa juga disebut Ambassador), duta, kuasa usaha, dan staf diplomatik lainnya.


Duta Besar ditempatkan oleh pemerintah Negara asalnya di wilayah suatu Negara lain yang memiliki hubungan bilateral yang bersifat timbal balik dan saling menguntungkan. Duta besar memiliki keistimewaan berupa hak luar biasa dan kuasa penuh untuk memutuskan suatu hal yang menyangkut negara pengutusnya, tanpa harus berkonsultasi dengan kepala negaranya terlebih dahulu. Pada saat ini adalah Tanizaki Yasuaki yang menjabat sebagai Duta besar Jepang untuk Indonesia. Yasuaki dilantik pada 20 september 2014 lalu menggantikan Duta Besar Jepang untuk Indonesia sebelumnya, Yoshinori Katori. Di Indonesia, Jepang telah menunjuk 1 kantor kedutaan besar di Jakarta yang juga dibantu oleh beberapa kantor konsuler di kota-kota lain yakni Surabaya, Makassar, Denpasar, dan Medan. Berikut kami informasikan alamat dan nomor telepon dari kantor-kantor kedutaan Jepang di seluruh Indonesia,

Kantor Kedutaan Besar Jepang dan Konsulat Jenderal Jepang - Jakarta

Jl. M.H. Thamrin 24, Jakarta Pusat 10350
Telp. +62-21 31924308 (hunting system)
Fax. +62-21 3192546 / +62-21 3157156 (Bagian Konsulat)
Wilayah Kerja :
• Jakarta
• Banten
• Jawa Barat
• Jawa Tengah
• Yogyakarta
• Kalimantan Tengah
• Kalimantan Barat
• Sumatera Selatan
• Bangka Belitung
• Bengkulu
• Lampung

Konsulat Jenderal Jepang - Surabaya

Jl. Sumatera No. 93, Surabaya
Telp. +62-31 5030008
Fax. +62-31 5030037 / 5023007 (Visa)
Website : http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/
Wilayah Kerja :
• Jawa Timur
• Kalimantan Timur
• Kalimantan Utara
• Kalimantan Selatan

Kantor Konsuler Jepang - Makassar

Jl. Dr. Sam Ratulangi No. 8-10 (Gedung Wisma Kalla Lantai 7), Makassar
Telp. +62-411 871030
Fax. +62-411 853946
Website : http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/makassar/
Wilayah Kerja :
• Sulawesi Utara
• Gorontalo
• Sulawesi Tengah
• Sulawesi Tenggara
• Sulawesi Selatan
• Sulawesi Barat
• Maluku Utara
• Maluku
• Papua (Irian Jaya)
• Papua Barat

Konsulat Jenderal Jepang - Denpasar

Jl. Raya Puputan No.170, Renon, Denpasar, Bali
Telp. +62-361 227628
Fax. +62-361 265066
Website : http://www.denpasar.id.emb-japan.go.jp/
Wilayah Kerja :
• Bali
• Nusa Tenggara Barat
• Nusa Tenggara Timur

Konsulat Jenderal Jepang - Medan

Jl. Pangeran Diponegoro No. 18 (5th floor Sinar Mas Land Plaza / Wisma BII), Medan, Sumatera Utara
Telp. +62-61 4575193
Fax. +62-61 4574560
Website : http://www.medan.id.emb-japan.go.jp/
Wilayah Kerja :
• Aceh Nangroe Darusalam
• Sumatera Utara
• Sumatera Barat
• Jambi
• Riau
• Kepulauan Riau

*fnsyc

0 tanggapan:

Shinto, Agama Asli Jepang yang Menjadi Identitas Budaya Jepang

Shinto atau Shintoisme merupakan sebuah agama kuno yang berkembang di Jepang. Sebagai agama panteistik yang mengidentikkan Tuhannya dengan alam semesta, penganut Shinto terbiasa menyembah Tuhannya melalui kuil lokal atau tempat-tempat lain yang lebih bersifat global. Itulah sebabnya, mengapa penganut Shinto terbiasa dengan ajaran untuk untuk menjalani kehidupan yang berharmonisasi dengan alam.


Agama Shinto diperkirakan berkembang dari ritual dan dewa-dewa di awal sejarah terbentuknya Jepang. Aspek animism yang meyakini bahwa roh berada dalam suatu benda juga tak lepas dari ajaran Shinto. Tidak seperti agama lainnya, Shinto tidak memiliki kitab suci, ritual-ritual wajib, atau mantra dan doa yang dibakukan. Hal inilah yang mendasari keyakinan para sejarawan bahwa Shinto berkembang melalui filosofi dan budaya setempat. Pada Umumnya, seseorang datang ke kuil untuk meja leluhurnya namun berbeda dengan penganut Shinto yang lebih berfokus pada entitas spiritual di sekitar lingkungannya. Perwujudan entitas spiritual ini bisa berupa dewa, roh nenek moyang, atau roh penunggu suatu benda atau tempat.

Selama berabad-abad, Shinto hidup berdampingan dengan agama Budha secara rukun di Jepang. Hal ini dikarenakan tidak adanya persyaratan dalam kepercayaan Shinto yang mengharuskan penganutnya untuk mengingkari semua sistem keyakinan atau agama lain. Sebagai gantinya, Tradisi Shinto pun cukup banyak yang diserap dalam keyakinan Budha. Sebelum masa Perang Dunia ke-2, Shinto dijadikan sebagai agama resmi di Jepang. Kaisar yang memarintah Jepang diyakini sebagai penjelmaan dewa yang menjadi keturunan langsung dari Dewi Amaterasu, Dewi Matahari yang sangat diagungkan oleh masyarakat Jepang.

Hingga saat ini, jumlah penganut Shinto di jepang masih mengungguli jumlah pemeluk agama lainnya. Dari total 290 juta jiwa penganut agama di Jepang, 107 juta orang diantaranya adalah penganut Shinto. Sisanya, 89 juta orang penganut Buddha, 89 juta orang penganut Kristen, 3 juta orang penganut Khatolik, dan sisanya 10 juta orang menganut agama lain. Jumlah penganut agama ini lebih banyak dari jumlah penduduk Jepang, karena biasanya seseorang yang menganut kepercayaan Shinto juga menjadi bagian dari agama lainnya (menganut lebih dari 1 agama). Sebagian besar masyarakat Jepang dilahirkan sebagai penganut Shinto, mereka kemudian menikah dalam upacara pernikahan Kristen di Gereja, dan ketika meninggal dimakamkan dengan upacara pemakaman Budha.

Dalam beberapa decade belakangan, mulai muncul bebrapa agama modern di Jepang. Agama-agama baru ini menggabungkan beberapa kepercayaan seperti Shinto, Budha, dan kepercayaan lokal. Beberapa nama diantara agama baru tersebut adalah Aum Shinrikyo, Gedatsu-kai, Gelombang-Pana, Kiriyama Mikkyo, Kofuku no Kagaku, Konkokyo, Laboratorium PL Kyodan, Mahikari, Seicho no Ie, Oomoto, Sekai Mahikari Bunmei Kyodan, Sekai kyūsei kyō, Shinreikyo, Sokka Gakkai, Sukyo, Tenrikyo, dan Zenrinkyo.

0 tanggapan:

Cara Belajar Bahasa Jepang dengan Efektif dan Cepat

Kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara mempelajari bahasa Jepang dengan cepat. Meskipun cepat, buka berarti cara belajar yang dilakukan asal-asalan. Tekad yang bulat, Kerja keras, dan semangat pantang menyerah tentunya diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam segala hal, termasuk ketika mempelajari bahasa Jepang.


Lalu, cara apa saja yang bisa dilakukan untuk menguasai bahasa Jepang dalam waktu singkat? Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan,

Datang dan Belajar langsung ke Jepang


Cara ini jelas yang paling efektif, yaitu belajar langsung ke negara asalnya. Jika Anda datang ke Jepang, maka hari-hari Anda akan dituntut untuk belajar semakin banyak kosakata agar bisa bertahan hidup di sana. Dengan cra tersebut, bisa jadi Anda akan mahir berbahasa Jepang dalam waktu tak lebih dari setahun saja. Cara ini juga terbukti berlipat-lipat kali lebih efektif ketimbang mempelajari bahasa Jepang melalui kursus, meskipun jelas tak sedikit biaya yang dibutuhkan untuk hidup di Jepang. Jika Anda tak punya cukup biaya untuk pergi dan tinggal di jepang, masih ada beberapa alternatif di bawah ini yang bisa Anda lakukan.

Aktif Mengikuti Kursus dan Komunitas Bahasa Jepang


Jika tak bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat di Jepang, Anda bisa memanfaatkan komunitas atau forum-forum bahasa Jepang. Forum atau komunitas seperti ini sudah cukup banyak jumlahnya dan beroperasi secara online maupun offline. Anda tak perlu malu-malu atau minder saat bergabung dalam komunitas tersebut, karena biasanya para membernya juga punya motif yang sama yaitu untuk memperlancar kemampuan berbahasa Jepang mereka. Di media online, komunitas seperti ini biasanya menawarkan cara belajar bahasa Jepang dengan 2 tipe. Ada tipe yang berbayar da nada pula tipe yang gratis. Jika Anda tertarik untuk mengikuti komunitas kursus secara berbayar, maka Anda akan diarahkan langsung oleh mentor dengan enggunakan materi kurikulum oengajaran yang tertata. Sedangkan jika Anda memilih yang gratis, maka Anda dipersilahkan untuk bertukar bahasa dengan sesama member online dari negara lain.

Belajar Mandiri secara Intensif setiap hari


Tak ada keterampilan yang dapat dikuasai tanpa latihan, prinsip ini jugalah yang mendasari kesuksesan dala mempelajari bahasa. Belajar secara intensif setiap hari adalah jalan paling cepat untuk menguasai bahasa Jepang,. Jika Anda bersungguh-sungguh dan berkemauan keras, cara ini bisa sama efektifnya dengan belajar bahasa langsung di jepang. Kemampuan orang normal untuk menguasai bahasa Jepang adalah dalam waktu 5 tahun dengan waktu belajar 3 jam per hari. Hal ini bisa dijadikan sebagai motivasi untuk lebih giat dan menambah jam belajar agar lama waktu yang diperlukan menjadi lebih singkat. Jika dalam sehari Anda berhasil menghapal 50 kosakata saja, maka dalam waktu sebulan sudah ada 1500 kata baru yang Anda pahami.

*fnsyc

0 tanggapan:

Penginapan Murah dan Nyeleneh di Jepang

Menginap beberapa hari di jepang mungkin akan sangat berbeda ceritanya dengan di Indonesia. Penginapan di Jepang terkenal dengan tarifnya yang luar biasa mahal. Bayangkan saja, untuk menginap semalam di hotel standar, Anda diharuskan membayar minimal ¥ 6,000 (setara Rp 650 ribu) per malam. Tak heran jika Anda akan menemukan orang-orang tidur di pinggir jalan dan emperan toko walaupun mereka berpenampilan rapi. Mahalnya tarif penginapan ini membuat sejumlah pihak memnafaatkan situasi dengan menawarkan tipe-tipe penginapan tidak biasa, terutama bagi para wisatawan mancanegara yang berkantong cekak.


Kali ini, kita akan coba membahas penginapanyang murah sekaligus anti-mainstream yang ada di Jepang.

Rental Office

Rental office biasanya dimanfaatkan para eksekutif di Jepang untuk mengadakan rapat atau pertemuan singkat dengan klien. Baru-baru ini beberapa rental office di Jepang mulai menawarkan fasilitas menginap bagi wisatawan dengan tarif ¥ 500 (setara Rp 50 ribuan) per jamnya.

Minshuku

Minshuku merupakan sebuah penginapan tradisional di Jepang. Penginapan ini tak hanya menawarkan fasilitas standar seperti sarapan dan makan malam, namun Anda juga diperbolehkan untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal yang bertempat tinggal di sekitar lokasi Minshuku. Hanya dengan membayar ¥ 3.000 (setara Rp 320 ribu) per malam, Anda sudah bisa merasakan menginap dengan suasana tradisional jepang sekaligus mendapat hidangan masakan khas Jepang.

Riders’ House

Sesuai dengan namanya, penginapan ini memang diperuntukkan bagi para backpacker yang melancong dengan motor. Tarif penginapan ini ditawarkan mulai dari ¥800 hingga ¥1,500 (setara Rp 80 ribuan hingga Rp 160 ribuan) per malam. Penginapan ini biasanya akan dipenuhi pelanggan pada bulan Mei hingga Oktober.

Karaoke Box

Masyarakat Jepang sangat suka berkaraoke sekedar untuk melepas lelah dan kejenuhan setelah beraktifitas seharian. Bukan hanya berkaraoke, masyarakat Jepang juga memanfaatkan Karaoke Box untuk tidur. Karaoke Box di Jepang biasa disewakan dengan harga ¥ 500 (setara Rp 50 ribuan) permalam, sama dengan Rental Office.

Internet Cafe dan Manga Kissaten

Anda bisa singgah sejenak ke warnet atau Manga Kisaten sebagai alternatif menginap murah di Jepang. Di sana, ada bilik-bilik pribadi yang disewakan bagi para pengguna internet dan pembaca manga dengan kisaran tarif mulai ¥ 800 hingga ¥ 1.500 dengan durasi waktu maksimal 8 jam. Harga ini sudah termasuk fasilitas kamar mandi, minuman soda sepuasnya, dan akses bebas ke semua buku komik yang terpampang di rak-rak sekelilingnya.

Bus Semalam

Di Jepang, bus bisa menjadi sarana pilihan untuk menginap dan tarifnya cukup terjangkau jika dibandingkan dengan hotel yaitu mulai dari ¥ 2.500 per malam (setara Rp 270 ribuan). Dikenal dengan sebutan "yako bus" (夜行 バ ス), mula-mula Anda harus menemukan dimana bus tersebut diparkir. Anda akan dibawa berkeliling semalaman dan akan kembali ke tempat asal di akhir perjalanan.

Hotel Kapsul

Mungkin hanya hotel kapsul yang menjadi satu-satunya penginapan komersil resmi termurah di Jepang. Hotel kapsul ini menawarkan tarif sewa per jam atau permalam bagi para pengunjungnya. Untuk tarif perjamnya dibanderol ¥ 300 - ¥ 600, sedangkan untuk tarif permalam dibanderol ¥ 2.000 hingga ¥ 5.000. Meski terkesan sangat sederhana, namun hotel ini menyediakan fasilitas cukup lengkap di setiap kapsul-kapsulnya seperti Bed single, TV, Radio, Jam Alarm, pengatur suhu, dan Lampu baca. Untuk privasi dan keamanan, tiap kapsul juga dilengkapi tirai dan pintu kecil yang bisa ditutup.

*fnsyc

0 tanggapan: