Cara Mengucapkan Permohonan 'Maaf' dalam Bahasa Jepang

Budaya meminta maaf sangat kental di Jepang, hal ini dikarenakan masyarakat Jepang sangat menjunjung tinggi penghormatan dan tak segan untuk meminta maaf meskipun hanya untuk sebuah kesalahan kecil yang tidak disengaja sekalipun. Bagi Anda penggemar kartun anime atau manga pasti sudah tidak asing dengan kebiasaan orang Jepang yang sedikit-sedikit minta maaf.


Kata maaf di Jepang diucapkan dalam beberapa versi, tergantung dari situasi dan tingkat keformalannya. Daripada berlama-lama, langsung saja kita bahas satu persatu.

Sumimasen

Kata “Sumimasen” adalah yang paling umum dan paling sering digunakan. Kata ini digunakan untuk mengungkapkan permintaan maaf yang bersifat ringan, seperti ketika tak sengaja menabrak seseorang, meminta sesuatu, atau ketika ingin mengucapkan terimakasih atas bantuan seseorang.

Sumimasen Deshita

Kata “Sumimasen deshita” merupakan bentuk lampau dari sumimasen. Kata ini digunakan untuk mengungkapkan permintaan maaf terhadap apa yang telah Anda lakukan. Misalnya, ketika Anda ketahuan tertidur saat berada di jam kerja, atau saat berada di jam sekolah.

Shitsureishimasu

Kata selanjutnya adalah “Shitsureishimasu” yang merupakan bentuk maaf non-formal ketika Anda akan melakukan sesuatu yang membuat orang lain merasa tidak nyaman. Dalam Bahasa Indonesia, kata ini diartikan sama halnya dengan ucapan “Permisi”. Biasanya, orang Jepang mengatakan kata ini ketika akan menerima telepon di tengah pembicaraan atau pada saat makan.

Shitsurei Shimashita

Kata ini merupakan versi lampau dan lebih formal dari sekedar mengucapkan “shitsurei”. Kata ini biasanya digunakan oleh orang Jepang ketika mereka diharuskan untuk meninggalkan suatu acara karena kepentingan lain. Dalam dunia kerja, kata ini juga biasanya diucapkan oleh seorang bos pada karyawannya yaitu “osaki ni shitsureishimasu” yang artinya “maafkan Saya karena pulang terlebih dulu”.

Shikkei

Shikkei memiliki arti yang sama seperti shitsurei. Yang menarik kata ini lebih banyak digunakan oleh pekerja kantoran. Anak muda jarang menggunakan kata ini. Kalian akan menemukan penggunaan kata ini saat kalian bekerja di perkantoran.

Gomen/Gomennasai

Gomen adalah kependekan dari “Gomennasai” dan sifat pengucapannya sangat formal. Kata ini biasanya diucapkan ketika Anda terlambat datang di sebuah acara. “Gomennasai” menunjukkan rasa penyesalan kita yang dalam karena tidak mampu memenuhi tanggung jawab yang dipenuhi.

Moushiwake arimasen deshita

Kalimat permintaan maaf yang terakhir dan paling formal adalah “Moushiwake arimasen deshita”. Melebihi kata Gomen, kalimat “Moushiwake gozaimasen deshita” digunakan dalam situasi yang sangatlah formal. Orang Jepang biasanya mengucapkan kalimat ini ketika mereka telah melakukan suatu kesalahan yang terbilang cukup fatal dan merugikan orang lain. Untuk mengucapkannya, seseorang harus sembari membungkukkan badan untuk menunjukkan kesungguhannya.

*fnsyc
Share on Google Plus

0 tanggapan: