Etika Ucapan Salam Dalam Bahasa Jepang

Ketika menginjakkan kaki di Jepang, Anda akan dituntut untuk sering menggunakan beberapa frase dan kata-kata. Frase tersebut adalah berupa salam yang akan Anda ucapkan pada hampir semua orang yang akan berinteraksi dengan Anda. Salam dianggap sebagai pembuka percakapan yang paling sering digunakan di Jepang. Cara Anda mengucapkan salam pada orang lain akan mempengaruhi respon orang tersebut kepada Anda ke depannya.


Dalam percakapan sehari-hari, Anda akan sering mendengar ucapan “Ohayo”, “Konniciwa”, dan “Konbanwa”. Masing-masing frase tersebut diucapkan sesuai dengan waktunya,
• “Ohayo Gozaimasu” atau “Ohayo” diucapkan pada pagi hari
• “Konnichiwa” diucapkan pada siang hingga petang
• “Konbanwa” diucapkan pada malam hari

Ucapan “Ohayo Gozaimasu” dinilai lebih sopan daripada hanya sekedar mengucapkan “Ohayo”. Jadi, ketika Anda bertemu dengan atasan atau orang yang lebih tua dan tinggi statusnya ucapkan “Ohayo Gozaimasu” sebagai tanda bahwa Anda menghormatinya.

Saat mengucapkan salam, Anda juga akan melihat orang-orang Jepang membungkukkan badannya atau dengan anggukan kepala saat bertemu dengan rekan, saudara, atau orang yang dikenalnya. Tindakan seperti ini dinamakan “Ojigi” dan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap lawan bicaranya. Sudut yang biasa digunakan adalah 15 derajat, 30 derajat, dan 90 derajat. Semakin besar sudut membungkuk, makin dalam juga nilai penghormatan seseorang terhadap lawan bicaranya. Ketika bertemu dengan wisatawan yang tidak terbiasa dengan “Ojigi”, biasanya orang Jepang akan memahami etiket untuk menganggukkan kepala atau berjabat tangan.

Selain ucapan salam yang terkesan resmi, frase salam lain yang terkesan lebih santai dan biasa diucapkan pada teman sepantaran juga digunakan di Jepang. Jika di Indonesia kita biasa mengucapkan “Apa kabar?”, maka orang-orang di jepang mengatakannya dengan menyebut “ogenki desu ka?”. Frasa lain yang juga memiliki makna sama adalah :
• “Hajimemashite” berarti “Apa kabar?”
• “O-genki desu ka” memiliki arti “Bagaimana kabarmu?”. Frase ini digunakan pada suasanan yang sedikit formal dan dapat juga disingkat menjadi “Genki?”
• “xxx-san wa?” memiliki arti “Bagaimana kabar Anda, xxx?”

Jika Anda berada di posisi sebagai pihak yang diajak bicara, maka Anda selayaknya menjawab salam tersebut dengen mengucapkan salah satu beberapa jawaban berikut,
• “Hai, genki desu” artinya “Ya, saya baik-baik saja”.
• “E, mama desu” artinya “Ya, masih begini-begini saja”. • “Hai, watashi mo genki desu” berarti “Ya, aku juga baik-baik saja”

Selain salam perjumpaan, orang Jepang juga mengucap salam pada saat akan berpisah. Berpisah disini dalam artian akan bertemu lagi keesokan harinya atau tidak bertemu untuk waktu yang lama. Misal, ketika kita pulang dari tempat kerja dan mengucap salam perpisahan pada rekan kerja kita, cukup ucapkan “Oyasumi nasai” yang berarti “Selamat malam”. Anda juga bisa mngucapkan “Mata Ashita” yang berarti “sampai jumpa besok” pada rekan kerja Anda. Frase berbeda selayaknya Anda katakana ketika akan berpisah di waktu yang lama, Anda selayaknya mengucapkan “Sayonara” yang berarti “Selamat tinggal”.

*fnsyc
Share on Google Plus

0 tanggapan: