Sistem Ekonomi Jepang : Penduduk, tenaga Kerja, Sektor Penggerak Ekonomi

Di masa kini, Jepang telah tampil sebagai salah satu negara dengan teknologi tercanggih dan paling modern di dunia. Struktur ekonomi Jepang didominasi oleh kegiatan ekspor yang menyokong pertumbuhan perekonomian di Jepang.

 

Ekonomi Geografis


Meskipun secara geografis Jepang memiliki lahan seluas 364.485 km2, namun sekitar 70% dari lahan tersebut merupakan hutan yang tidak cocok untuk digunakan sebagai pertanian, industri, atau bahkan pemukiman. Hanya ada sekitar 12% lahan yang tergolong subur dan dapat ditanami, itulah mengapa Jepang mengimpor hampir sekitar 60% gandum dan pakan ternak nabati dari negara lain.
Kurangnya sumber daya alam membuat Jepang bergantung pada impor komoditas seperti bahan bakar, bahan makanan, bahan kimia, tekstil, dan bahan baku dari berbagai negara untuk sektor industrinya. Jepang adalah negara pengimpor minyak terbesar ke-3 di dunia, dengan kuantitas 5 juta barel per hari untuk memenuhi sekitar 45% kebutuhan energi pada tahun 2009.


Penduduk dan Tenaga Kerja


Di tahun 2013, jumlah penduduk Jepang mencapai lebih dari 127 juta jiwa dengan jumlah tenaga kerja produktif sebanyak 65 juta orang. Tingkat pengangguran di Jepang untuk 2012 adalah sebesar 3,3% saja. Tantangan terbesar pemerintah Jepang untuk menciptakan piramida berimbang justru terkendala oleh pertumbuhan penduduk yang negatif. Angka harapan hidup yang tinggi dan tingkat kelahiran yang rendah di Jepang mengindikasikan bahwa negara ini memiliki proporsi penduduk usia lansia yang cukup tinggi, yakni sekitar 24,8% dari total keseluruhan penduduk. Tingkat kesuburan penduduk di Jepang hanya sebesar 1,39, hingga jepang menduduki peringkat ke 17 sebagai negara dengan pertumbuhan penduduk terlambat di dunia.


Sektor Penggerak Ekonomi Jepang


Pada tahun 2012, sektor Industri bertanggung jawab atas 27,5% dari Produk Domestik Bruto Jepang. Industri yang tergolong besar di Jepang adalah termasuk Industri kendaraan bermotor, peralatan elektronik, mesin, baja dan logam non-besi, kapal laut, industry kimia, tekstil, dan industri makanan olahan.
Industri otomotif roda 4 Jepang menghasilkan mobil yang mungkin kalah jumlahnya dari yang mampu dibuat oleh China, namun mobil buatan Jepang tetap menjadi primadona dan berteknologi paling maju di dunia. Tercatat ada 6 pabrikan mobil terbesar dunia yang bermarkas di jepang, diantaranya Toyota, Renault-Nissan, Honda, Suzuki, Mazda, dan Mitsubishi. Industri otomotif berhasil menyumbang pertumbuhan ekonomi sebesar 10,5% pada tahun 2009, walaupun ketika itu Jepang sedang dilanda krisis keuangan global. Jepang juga menjadi lading bagi beberapa produsen elektronik terbesar dunia, seperti Sony, Casio, Mitsubishi Electric, Panasonic, Canon, Fujitsu, Nikon, Yamaha, dan masih banyak lagi. Gempa parah yang terjadi di Jepang pada tahun 2011 sempat menjatuhkan pertumbuhan industri jepang dari yang semula terbaik ke-8 di dunia pada tahun 2010 menjadi salah satu yang terburuk pada tahun 2011.
Dibalik itu semua, justru sektor jasa yang lebih dominan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jepang. Sektor ini mengisi 71,4% PDB pada tahun 2012. layanan utama di Jepang meliputi jasa perbankan, asuransi, ritel, transportasi dan telekomunikasi. Peranan bidang lainnya datang dari sektor pertanian yang memang tak begitu besar angkanya. Sektor pertanian hanya menyumbang sekitar 1,2% dari angka PDB nasional.
Share on Google Plus

0 tanggapan: