Ucapan ‘Selamat’ dan ‘Semoga Sukses’ dalam Bahasa Jepang

Masyarakat Jepang terkenal ramah dan sopan dalam bertutur kata. Tak berbeda jauh dengan kebudayaan di negara-negara lain,orang Jepang tak pernah lupa mengucapkan kata ‘Selamat’ di hampir setiap kesempatan. Saat ada rekan atau saudara yang sedang berulang tahun, lulus dari sekolah, atau baru masuk sekolah, mendapat pekerjaan, menikah, dan masih banyak lagi contoh situasinya. 

Kali ini kita akan membahas tentang bagaimana cara orang Jepang menyebutkan kata ucapan ‘Selamat’ dan ’Semoga sukses’ dalam bahasa mereka. Secara sederhana, orang Jepang mengucapkan kata ‘omedetou’ 「う」 untuk memberikan ucapan selamat pada orang lain. Dalam situasi yang lebih formal, kata ini ditambahi akhiran ‘Gozaimasu’ hingga menjadi ‘Omedetou gozaimasu’ 「す」 yang memiliki arti sama namun dengan kesan yang lebih halus dan sopan. 

Sedangkan untuk mengucapkan frasa ‘Semoga sukses!’ dalam bahasa Jepang, mereka biasanya menggunakan frasa ‘o shigoto ganbattene’ 「お仕事がんばってね」 yang berarti ‘semoga sukses dengan pekerjaan Anda’. Frasa ini dapat digunakan dalam situasi apa saja ketika si lawan bicara hendak menghadapi ujian, pekerjaan, atau hal lainnya. Ketika si lawan bicara sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, Anda dapat kembali memberinya selamat dengan mengucapkan ‘Seikou wo omedetou gozaimasu’「成功す」yang memiliki arti ‘Selamat atas keberhasilan Anda!’.

Untuk hal-hal yang lebih spesifik, orang Jepang juga memiliki cara sendiri untuk mengucapkan selamat pada orang-orang terdekatnya. Berikut ini beberapa contoh ucapan selamat yang telah disesuaikan dengan berbagai situasi yang biasa terjadi,


·        ULANG TAHUN 
Kata 'Ulang tahun' dalam bahasa Jepang disebut ‘tanjōbi’「誕生日」. Ketika teman, saudara, atau orang lain yang Anda kenal akrab sedang berulang tahun, cukup ucapkan ‘tanjōbi omedeto’ 「誕生う」 yang memiliki arti ‘Selamat ulang tahun!’. Versi lebih sopannya adalah dengan memberi ucapan ‘Otanjōbi omedeto gozaimasu’ 「誕生す」.
·        UPACARA MASUK BAGI SISWA ATAU MAHASISWA BARU 
Upacara ini disebut ‘nyūgakushiki’ 「入学 」. Ketika seseorang yang Anda kenal baru memasuki sekolah atau universitas, Anda dapat mengatakan ‘Nyūgaku omedeto’ 「入学う」 yang artinya ‘Selamat memasuki sekolah!”. Jika orang yang akan Anda beri selamat usianya lebih tua atau lebih senior dari Anda, Anda bisa mengatakannya dengan lebih sopan. Ucapkan ‘Nyūgaku omedeto gozaimasu’「入学す」sebagai gantinya.
·        KELULUSAN 
Kelulusan dalam bahasa Jepang adalah ‘sotsugyō’ 「卒業. Di saat seperti ini, Anda bisa mengucapkan ‘sotsugyō omedeto’ 「卒業う」 pada rekan Anda. Frasa ini jika dalam Indonesia adalah ‘Selamat atas kelulusannya!’. Cara yang lebih formal untuk mengatakannya adalah lagi-lagi dengan menambahkan kata ‘omedetou’ hingga menjadi ‘sotsugyō omedeto gozaimasu’ 「卒業 す」.

*fnsyc

0 tanggapan:

Panggilan untuk Pacar dalam Bahasa Jepang


Panggilan mesra untuk orang terkasih selalu ada dalam setiap negara dan bahasa. Di Jepang, warganya punya cara tersendiri untuk memberi panggilan sayang bagi pasangan, baik untuk pacar ataupun pasangan suami-istri. Mereka punya 4 cara untuk memanggil pacarnya, yakni hanya dengan memanggil namanya, memanggil nama yang ditambahkan dengan partikel ‘kun’ (untuk laki-laki) atau ‘chan’ (untuk perempuan), nama yang ditambahi partikel ‘san’, serta nama panggilan khusus.

Menurut data yang dikumpulkan oleh iShare dan diterjemahkan oleh WhatJapanThinks, terdapat perbedaan antara wanita dan pria di Jepang dalam hal panggilan sayangnya pada pacar mereka masing-masing. Para pria mengaku lebih suka memanggil pacarnya dengan nama asli mereka tanpa embel-embel ‘chan’. Sedangkan para wanita di Jepang mengaku lebih suka memanggil pacar mereka dengan nama asli yang ditambah ‘chan’ atau ‘kun’ di belakangnya. Sisanya mengaku lebih suka memanggil dengan nama julukan, nama keluarga, atau yang ditambahkan kata ‘san’ di belakangnya.


Berikut hasil dari survey yang dilakukan oleh iShare,
Panggilan yang ditujukan untuk Pasangan (Pacar) Responden Pria Responden Wanita



Panggilan yang ditujukan untuk Pasangan (Pacar)
Responden Pria
Responden Wanita
Namanya saja
36,0%
21,1%
Nama yang diberi tambahan ‘chan’ atau ‘kun’
24,8%
30,4%
Nama Julukan
21,2%
23,0%
Nama yang ditambah ‘san’
7,7%
9,3%
Nama keluarga ditambah ‘san’
2,7%
5,6%
Tidak memanggil dengan nama
3,2%
4,3%
Hanya nama Keluarga
1,8%
3,1%
‘Anata’, ‘kimi’, atau ‘omae’ (‘kamu’ atau ‘Anda’)
0,5%
2,5%
Lainnya
2,3%
0,6%
 
Hal ini menunjukkan bahwa para wanita berlaku seperti sewajarnya wanita. Mereka bersikap lebih hormat sekaligus manja pada pasangannya dengan menambahkan kata ‘kun’ atau ‘chan’ pada nama pasangan mereka. Sedangkan para pria cenderung bersikap lebih formal dengan kebanyakan memanggil nama saja pada kekasih wanitanya.

Data ini juga menunjukkan bahwa kebudayaan barat sudah mulai masuk ke Jepang. Terbukti dengan banyaknya pasangan yang memilih untuk memanggil kekasihnya dengan nama aslinya ketimbang menggunakan nama keluarganya. Selain itu banyak juga yang menggunakan nama julukan sebagai panggilan mesra untuk pacarnya. Salah satu contoh nama julukan yang digunakan oleh pria untuk memanggil pacar wanitanya adalah ‘Tamago koto no kao’ yang jika di artikan dalam bahasa Indonesia menjadi ‘Wajah yang mirip telur’. Panggilan ini awalnya terinspirasi dari selera pria jepang yang rata-rata menyukai wanita dengan wajah oval mirip seperti telur.

*fnsyc

0 tanggapan:

Informasi Beasiswa S2 ke Jepang 2016 - INPEX Scholarship Foundation

Sedang mencari beasiswa S2 di Jepang? Mengapa tak mencoba mendaftar beasiswa melalui INPEX Scholarship Foundation?



Sebagai informasi, INPEX merupakan sebuah perusahaan pengeksplor minyak dan gas bumi yang berbasis di Jepang. INPEX saat ini sedang terlibat dalam lebih dari 75 proyek di 27 negara, yang salah satunya adalah Indonesia (sejak tahun 1966). Untuk tahun 2016 mendatang, INPEX Scholarship Foundation telah membuka kesempatan bagi para pelajar Indonesia untuk mengajukan aplikasi beasiswa S2 di Jepang.

Beasiswa yang diberikan oleh INPEX ini bersifat penuh. Tidak hanya biaya kuliah, Mahasiswa terpilih akan mendapat dana bulanan sebesar 160.000 Yen yang sudah termasuk di dalamnya untuk biaya tempat tinggal, biaya transportasi, pembelian sarana penunjang pendidikan, pengobatan, dan kebutuhan lainnya. Pihak INPEX juga akan memberikan tiket pesawat kelas ekonomi untuk tujuan Jakarta – Tokyo PP secara cuma-cuma. Biaya yang harus ditanggung sendiri adalah pengurusan paspor dan visa pelajar ke Jepang.

INPEX hanya akan memilih 3 orang sebagai penerima beasiswa dari pendaftar di seluruh Indonesia. Beasiswa ini akan diberikan hingga maksimal 2 tahun 8 bulan. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pihak pemohon diantaranya adalah sebagai berikut :
• Berusia kurang dari 30 tahun saat mendaftar.
• Sehat jasmani dan rohani.
• Berstatus WNI dan telah menyelesaikan pendidikan Sarjana di salah satu universitas terkemuka di Indonesia pada bidang ILMU ALAM.
• Memiliki IPK di atas 3,0.
• Mengambil program master di universitas Jepang pada bidang ilmu alam, dan telah diterima di universitas Jepang atau diharapkan akan diterima masuk di universitas.
• Mendapat izin dari atasan baik dari institusi, universitas, maupun perusahaan terkait untuk mengikuti beasiswa.
• Siap berkontribusi untuk membina hubungan baik antara Indonesia dan Jepang
• Belum pernah menerima beasiswa serupa

Bagi Anda yang tertarik untuk mengajukan permohonan beasiswa, dapat langsung mengirimkan dokumen aplikasi berikut,
1. Formulir aplikasi yang diisi lengkap (unduh di http://www.inpex-s.com/announce-of-scholarship/)
2. Curriculum Vitae
3. Dua (2) lembar pasfoto ukuran 5 cm x 3,5 cm (1 ditempelkan di formulir aplikasi, dan yang lain cukup dituliskan nama di bagian belakangnya).
4. Ijazah dan transkrip akademik
5. Salinan sertifikat TOELF/IELTS
6. Salinan sertifikat bahasa Jepang (jika ada)
7. Surat rekomendasi dari profesor, pimpinan, atau atasan tempat kerja yang dialamatkan ke Foundation
8. Surat keterangan masuk/diterima (LoA) dari universitas atau insitusi penelitian di Jepang (jika telah diperoleh).
9. Surat keterangan sehat dari dokter.
10. Amplop balasan (ukuran sekitar 23 cm x 12 cm) yang sudah tertulis nama dan alamat Anda di bagian depannya.

Dokumen aplikasi tersebut dapat diantar langsung atau dikirimkan via pos ke alamat :

INPEX Corporation, Jakarta Office

35th Floor TCC Batavia Tower One
Jl. K.H Mas Mansyur Kav. 126
Jakarta Pusat 10220, Indonesia

Tuliskan “APPLICATION FOR SCHOLARSHIPS” di sudut atas kanan atau kiri pada bagian luar amplop. Setiap dokumen haruslah dituliskan menggunakan bahasa Inggris atau disertakan terjemahan resminya.
Aplikasi diterima paling lambat 15 November 2015 cap pos.

*fnsyc

0 tanggapan:

Contoh Kalimat Perkenalan Diri dalam Bahasa Jepang



Dalam kehidupan sehari-hari di Jepang istilah perkenalan atau yang biasa disebut Jikoshoukai 「自己紹介」 pasti sudah tak asing lagi. Sebelumnya kita pernah membahas tentang beberapa aturan dasar dan urutan baku dalam memperkenalkan diri. Kali ini, akan kita simak bersama beberapa contoh kalimat percakapan yang lebih bervariasi bentuknya.


Kalimat Perkenalan Versi Pertama :

Kanji
Romaji
Arti (Dalam bahasa Indonesia)
はじめまして。
hajimemashite
Perkenalkan
わたしはです。
Watashi wa … desu
Nama saya adalah …
17さいです。
juunana sai desu
Umur saya 17 tahun
マランにすんでいます。
malang ni sunde imasu
Saya tinggal di Malang
マラン6こうこうのがくせいです。
malang roku koukou no gakusei desu
Saya siswa SMA 6 Malang
1ねんせいです。
ichi nensei desu
Saya kelas 1 SMA
どうぞよろしく。
douzo yoroshiku
Salam kenal
.

Kalimat Perkenalan Versi Ke-2 :

Kanji
Romaji
Arti (Dalam bahasa Indonesia)
はじめまして。
hajimemashite
Perkenalkan
私はと申します。
watashi wa … to mou shimasu
Nama saya …
ブラウィジャヤ大学の大学生です。
Brawijaya daigaku no daigakusei desu
Mahasiswa universitas Brawijaya
ジャカルタから来ました。
Jakarta kara ki mashita
Saya datang (berasal) dari Jakarta
日本語が大好きです。
nihongo ga daisuki desu
Saya suka sekali bahasa Jepang
毎日いっしょうけんめい日本語を 勉強 しています。
mainichi isshoukenmei nihongo o benkyoushiteimasu
Setiap hari saya belajar bahasa Jepang sungguh-sungguh
日本へ行きたいですから。
nihon e ikitai desu
saya ingin pergi ke jepang


Kalimat Penutup / Jawaban :

Kanji
Romaji
Arti (Dalam bahasa Indonesia)
どうぞよろしくおねがいします。
douzo yoroshiku onegaishimasu
Senang berkenalan dengan anda
こちらこそよろしくおねがいします。
kochirakoso yoroshiku onegaishimasu
Senang juga berkenalan dengan anda

*fnsyc

0 tanggapan:

Arti Kata 'Kaizen' dalam Bahasa Jepang & Praktiknya di Dunia


Kata ‘Kaizen’ terbentuk dari huruf ‘kai’ (改) yang berarti ‘Perubahan’ dan kata ‘Zen’ (善) yang memiliki arti ‘Baik’. Secara Harfiah, ‘Kaizen’ diartikan sebagai ‘Perubahan terus menerus ke arah yang lebih baik’. Istilah Kaizen pertama kali diperkenalkan oleh Masaaki Imai pada dunia barat melelui bukunya Kaizen: The Key To Japan's Competitive Success yang diterbitkan pada tahun 1986. Istilah ‘Kaizen’ makin berkembang luas dan kini telah menjadi strategi kompetitif organisasi di seluruh dunia.


Semangat ‘Kaizen’ didasarkan pada beberapa prinsip dasar, diantaranya :
• Proses yang baik akan membawa hasil yang baik
• Pergi dan lihat sendiri untuk memahami situasi sebenarnya pada saat ini
• Bicara dengan data, dikelola oleh fakta
• Bertindak langsung untuk menyelesaikan akar permasalahan
• Bekerja sebagai tim
• Kaizen adalah untuk semua orang (tanpa terkecuali), dan masih banyak lagi lainnya.

Praktik umum Kaizen dalam dunia bisnis dan Industri dipelopori oleh perusahaan otomotif asal Jepang, Toyota. Praktik ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak perusahaan di seluruh dunia, termasuk Eropa dan Amerika. Kaizen merupakan proses sehari-hari, dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan produktifitas secara sederhana. Perusahaan besar sekelas Toyota biasanya menggelar acara kaizen yang disebut “Kaizen Blitz”. Dalam acara ini, seseorang yang memeberikan kontribusi paling besar dalam keberhasilan pelaksanaan Kaizen dihadiahi gelar ‘Zenkai’.

Jikalau ditelusuri, istilah ‘Kaizen’ mulai muncul di Jepang pada masa paska Perang Dunia II. Jepang yang ketika itu kondisinya sangat terpuruk mendapat bantuan dari Amerika untuk membangun kembali perindustriannya. Beberapa ahli seperti Homer Sarasohn, Charles Protzman, W. Edwards Deming, Edgar McVoy, dan Lowell Mellen diberi tugas untuk mendidik para warga sipil Jepang sejak tahun 1949 hingga tahun 1951. Beberapa program yang diajarkan, diantaranya meliputi Instruksi Kerja, Metode Kerja, dan Hubungan Kerja. Dari hasil pengimplementasian paham Kaizen tersebut, Kaisar Jepang mendapat penghargaan ‘2 Order Medal of the Sacred Treasure’ oleh Dr. W. Edwards Deming pada tahun 1960.

Lembaga ilmuwan dan Mekanik Jepang, JUSE, kemudian menyimpan hadiah tersebut sebagai motivasi untuk pencapaian dan kualitas keandalan produk ke depannya. Pada tahun 1989, JUSE mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Florida Power & Light Co (FPL) di Amerika Serikat. Atas prestasinya yang luar biasa di bidang proses dan kualitas kontrol manajemen, JUSE diijinkan untuk berkunjung ke perusahaan pertama di luar Jepang yang memenangkan hadiah deming tersebut.
*fnsyc

0 tanggapan:

Arti dari Istilah 'Geisha' di Jepang


Istilah ‘Geisha’ (芸者) seringkali disalah artikan sebagai PSK atau wanita pelaku prostitusi. Padahal, Geisha merupakan sebuah sebutan untuk para seniman wanita tradisional Jepang. Kata ‘Geisha’ (芸者) sendiri memiliki makna ‘seniman’ dalam bahasa Jepang. Para Geisha memiliki keterampilan untuk menari, bermain alat musik, bernyanyi, berdiskusi, dan menyuguhkan minuman dengan baik pada para tamu. Berkembangnya kaum Geisha ditengarai mulai merebak pada abad ke-18 hingga abad ke-19 di Jepang. Pelatihan untuk menjadi geisha sangatlah ketat, oleh sebab itu jumlah perempuan yang saat ini menjadi geisha berkurang.


Sejak masa restorasi Meiji, istilah ‘geiko’ (芸妓) atau Geisha, dan ‘maiko’ (舞妓) sudah sering ditemukan di distrik Kyoto. Seorang Geisha haruslah pintar menyembunyikan identitasnya. Selama sesi pendidikan hingga menjadi seorang geisha, mereka akan tetap menjadi anonim. Data diri seperti nama, alamat, dan hal lainnya yang bersifat personal sangat dirahasiakan. Para Geisha dipekerjakan di sebuah tempat bernama ‘Okiya’ (置屋), dimana mereka dibina oleh seorang nyonya rumah yang disebut ‘Okaasan’ (お母さん).

Berprofesi sebagai penghibur, para Geisha dituntut untuk memamerkan sisi sensualitas mereka pada para tamu yang didominasi oleh kaum pria. Meski begitu, kebudayaan Jepang yang terkenal santun membuat aksi ini tidak terlalu tampak mencolok. Para Geisha melakukannya dengan cara mengenakan kimono yang bagian kerah belakangnya sedikit turun. Bagian tengkuk yang terlihat membuat mereka dianggap seksi. Untuk lebih menarik perhatian, para Geisha juga mengangkat lengan cukup tinggi ketika sedang menuangkan teh pada gelas para tamu. Dengan begitu, para tamu bisa melihat kulit lengan mereka yang mulus.

Meski seorang Geisha bekerja keras untuk menemani para tamu, upah mereka akan tetap masuk ke kantung ‘Okasan’ mereka. Uang ini nantinya digunakan untuk merawat para Geisha, memperbaiki Okiya, dan menjaga kelangsungan bisnis mereka. Seorang Geisha juga diharuskan untuk hidup dengan aturan yang sangat ketat. Mereka tidak diperbolehkan menjalin hubungan asmara dengan lawan jenisnya. Kalaupun mereka ingin menjalin hubungan atau menikah, harus menanggalkan predikat mereka sebagai seorang Geisha.

Geisha mulai akrab dengan stigma negatif berkonotasi prostitusi sejak kepemimpinan Jepang diambil alih oleh Amerika Serikat pada masa paska perang dunia ke-2. Hal ini juga tak lepas dari tradisi ‘mizuage’ (水揚げ), dimana seorang Maiko diharuskan untuk melepaskan kegadisannya pada penawar tertinggi. Maiko yang telah melalui ritual ‘mizuage’ barulah kemudian disebut dengan ‘Geiko’ (Geisha). Meski begitu, upacara Mizuage tetap dinggap sakral dan para Maiko tetap dihormati.

0 tanggapan: