Arti Kata 'Kaizen' dalam Bahasa Jepang & Praktiknya di Dunia


Kata ‘Kaizen’ terbentuk dari huruf ‘kai’ (改) yang berarti ‘Perubahan’ dan kata ‘Zen’ (善) yang memiliki arti ‘Baik’. Secara Harfiah, ‘Kaizen’ diartikan sebagai ‘Perubahan terus menerus ke arah yang lebih baik’. Istilah Kaizen pertama kali diperkenalkan oleh Masaaki Imai pada dunia barat melelui bukunya Kaizen: The Key To Japan's Competitive Success yang diterbitkan pada tahun 1986. Istilah ‘Kaizen’ makin berkembang luas dan kini telah menjadi strategi kompetitif organisasi di seluruh dunia.


Semangat ‘Kaizen’ didasarkan pada beberapa prinsip dasar, diantaranya :
• Proses yang baik akan membawa hasil yang baik
• Pergi dan lihat sendiri untuk memahami situasi sebenarnya pada saat ini
• Bicara dengan data, dikelola oleh fakta
• Bertindak langsung untuk menyelesaikan akar permasalahan
• Bekerja sebagai tim
• Kaizen adalah untuk semua orang (tanpa terkecuali), dan masih banyak lagi lainnya.

Praktik umum Kaizen dalam dunia bisnis dan Industri dipelopori oleh perusahaan otomotif asal Jepang, Toyota. Praktik ini kemudian menjadi inspirasi bagi banyak perusahaan di seluruh dunia, termasuk Eropa dan Amerika. Kaizen merupakan proses sehari-hari, dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan produktifitas secara sederhana. Perusahaan besar sekelas Toyota biasanya menggelar acara kaizen yang disebut “Kaizen Blitz”. Dalam acara ini, seseorang yang memeberikan kontribusi paling besar dalam keberhasilan pelaksanaan Kaizen dihadiahi gelar ‘Zenkai’.

Jikalau ditelusuri, istilah ‘Kaizen’ mulai muncul di Jepang pada masa paska Perang Dunia II. Jepang yang ketika itu kondisinya sangat terpuruk mendapat bantuan dari Amerika untuk membangun kembali perindustriannya. Beberapa ahli seperti Homer Sarasohn, Charles Protzman, W. Edwards Deming, Edgar McVoy, dan Lowell Mellen diberi tugas untuk mendidik para warga sipil Jepang sejak tahun 1949 hingga tahun 1951. Beberapa program yang diajarkan, diantaranya meliputi Instruksi Kerja, Metode Kerja, dan Hubungan Kerja. Dari hasil pengimplementasian paham Kaizen tersebut, Kaisar Jepang mendapat penghargaan ‘2 Order Medal of the Sacred Treasure’ oleh Dr. W. Edwards Deming pada tahun 1960.

Lembaga ilmuwan dan Mekanik Jepang, JUSE, kemudian menyimpan hadiah tersebut sebagai motivasi untuk pencapaian dan kualitas keandalan produk ke depannya. Pada tahun 1989, JUSE mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Florida Power & Light Co (FPL) di Amerika Serikat. Atas prestasinya yang luar biasa di bidang proses dan kualitas kontrol manajemen, JUSE diijinkan untuk berkunjung ke perusahaan pertama di luar Jepang yang memenangkan hadiah deming tersebut.
*fnsyc
Share on Google Plus

0 tanggapan: