Cara 'Menolak' sesuatu dengan Sopan dalam Bahasa Jepang

Orang Jepang dikenal memiliki sopan santun tinggi dan tutur kata yang lembut. Demi menjaga keharmonisan hubungan dengan orang lain, orang Jepang lebih cenderung untuk menghindari penolakan. Jikalau hendak menolak sesuatu, pastilah diucapkan dengan sangat hati-hati. Frase penolakan dalam bahasa jepang dikatakan dengan 4 kata, yakni ‘ii’ (良い, いい), ‘chotto’ (ちょっと), ‘yoroshii’ (宜しい, よろしい), dan ‘Kekkou’ (結構, けっこう).


Frase penolakan di Jepang mungkin berbeda dengan frase yang ada pada bahasa-bahasa lainnya. Dalam bahasa Inggris misalnya, frase ‘no, thank you’ mengabungkan penolakan yang tegas yang diiringi dengan rasa terimakasih. Hal ini sangat berbeda dengan apa yang dilakukan oleh orang Jepang. Mereka sangat jarang mengatakan ‘tidak’, sebagai gantinya mereka mengatakan kata yang bermakna bias sepeti ‘sudah cukup’, ‘nanti saja’, ‘itu sepertinya’, dan beberapa ungkapan lainnya dengan nada menggantung yang seakan ada lagi yang akan disampaikan tapi tidak dilanjutkan karena tidak enak hati. Suatu contoh misal ketika kita ditawari sesuatu yang kurang kita sukai, orang Jepang mengucapkan kata ‘Chotto’ atau 'Sore wa chotto' yang kira-kira jika diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi ‘agak’ atau ‘itu sepertinya agak’. Namun, Untuk lebih menghormati tawaran tersebut, orang Jepang selalu mengawalinya dengan kata 'Ii desune. Demo...' yang artinya 'Ide yang bagus ya. Tapi...' atau 'Yoroshiidesuga,..' yang artinya 'Dengan senang hati, tapi sayangnya...'. Jika dirangkaikan, kedua kalimat tersebut menjadi ’Ii desune. Demo... Chotto’ yang berarti ‘Ide yang bagus ya. Tapi... agak’ dan 'Yoroshiidesuga, Sore wa chotto' yang berarti 'Dengan senang hati, tapi sayangnya... itu sepertinya agak. Selain kata ‘Chotto’, Anda juga bisa mengatakan ‘Kekkou desu’ untuk menolak pemberian seseorang. Kata ini secara harfiah diartikan ‘cukup’ namun berkesan 'terima kasih' dengan halus.

Kata ‘Chotto’ ini juga sering digunakan dalam dunia bisnis dan untuk percakapan sehari-hari. Selain kata ‘Chotto’, ada juga frasa serupa yang menyiratkan arti kurang lebih sama yaitu ‘Kentou Shitemimasu’. Ungkapan ini dalam Bahasa Indonesia memiliki arti ‘akan saya pertimbangkan’, namun lebih mengarah pada penolakan sehingga seolah-olah berbunyi ‘Tolong, jangan berharap’.

Selain ke-4 frase yang telah disebutkan di awal, Orang Jepang masih punya sejuta cara untuk mengungkapkan penolakannya yang diutarakan dengan sopan. Salah satu yang paling sering adalah dengan meminta maaf lalu langsung menyebutkan alasan kenapa tidak bisa menerima tanpa mengatakan kata tidak. Untuk lebih jelasnya, mari simak contoh kalimat berikut ini,

申し訳ありませんが、明日は先約があります。
Mōshiwake arimasen ga, ashita wa senyaku ga arimasu
‘Saya benar-benar minta maaf, tapi saya sudah ada janji yang dibuat untuk besok.'

せっかくご提案をいただきましたが、残念ながらご期待に沿うことができませんでした
Sekkaku go teian o itadakimashita ga, zannen nagara go kitai ni sou koto ga dekimasen deshita
'Kami berterimakasih atas waktu yang Anda luangkan untuk menyerahkan proposal, namun kami minta maaf karena tidak bisa memenuhi harapan Anda.'

*fnsyc
Share on Google Plus

0 tanggapan: