Dilema Kaum Muslim Minoritas di Jepang Paska Eksekusi Kenji Goto oleh ISIS

Masyarakat Jepang terkenal sangat bertoleransi terhadap agama atau kepercayaan apapun yang masuk ke negara mereka. Penganut agama mayoritas dan minoritas seolah hanya sebatas jumlah dan bukan tentang pengaruh atau kekuasaan. "Orang-orang Jepang terbuka terhadap Islam," kata Eksekutif direktur Islamic Center Japan di Tokyo, Musa Omar, dalam sebuah wawancara dengan Japan Times beberapa bulan lalu. "Mereka sadar apa pun prasangka buruk terhadap Islam berasal dari Barat." Tambahnya.

Sayangnya, keharmonisan antar umat beragama ini harus tercoreng dengan Tragedi pembunuhan Kenji Goto, seorang Jurnalis Senior asal Jepang, oleh ISIS yang mengaku sebagai organisasi pejuang Islam. Kejadian memilukan ini diketahui dari video eksekusi Kenji yang dirilis oleh ISIS sendiri pada 1 Februari 2015 lalu. Sebelumnya, ada juga sandera lain asal Jepang yang dibunuh, yakni Haruna Yukawa.


Hari-hari awal paska tragedi tersebut, masyarakat jepang seolah memandang sinis pada setiap muslim yang mereka temui. Pemerintah Jepang pun berubah sikap dengan lebih evaluatif terhadap isu-isu terorisme. Pemerintah Jepang bahkan memperbarui sistem keamanan di semua portal keluar masuk Jepang.

Dilansir dari OnIslam, sentimen negatif anti islam terlihat dari banyaknya masjid di Jepang yang menerima teror berupa tulisan-tulisan yang bernada mengancam. Sadar tinggal di negara yang sedang marah, beberapa muslim yang ketakutan bahkan memilih untuk tinggal sementara di dalam masjid demi menghindari aksi anarkis yang sangat berpotensi untuk terjadi. Mereka berharap masyarakat Jepang akan terbuka pikirannya dan tak terpengaruh oleh propaganda Barat tersebut untuk lantas memusuhi islam.

Agama Islam diperkirakan pertama kali masuk ke Jepang pada abad ke-8, namun tak begitu berkembang akibat isolasi yang dijalankan oleh para Shogun. Di abad ke-19, Jepang menjadi lebih terbuka setelah para pedagang asal India dan pelaut Melayu berkeliaran di pelabuhan-pelabuhan Jepang. Hingga saat ini, jumlah penganut Islam si Jepang sangat kecil, yakni hanya sekitar 100.000 orang dari total 122.000.000 jiwa penduduk negeri sakura tersebut.

Demi melancarkan aktifitas peribadatan, kaum muslim Jepang membangun masjid di seluruh wilayah Jepang atas inisiatif sendiri. Masjid yang dianggap paling tua adalah masjid Nagoya yang dibangun pada tahun 1931. Sedangkan masjid terbesarnya adalah Masjid Tokyo Camii yang bergaya arsitektur Ottoman. Kini, sudah ada sekitar 200-an masjid yang kini bisa Anda temui di seluruh daratan Jepang.

Meski tampil sebagai kaum minoritas, masyarakat Jepang sangat paham akan kebutuhan kaum muslim di sana. Berbagai tempat seperti perkantoran dan fasilitas umum lainnya rata-rata sudah dilengkapi dengan mushalla. Untuk menemukan tempat yang menyajikan makanan halal juga tidak sulit, karena di sudah banyak kafetaria, restoran, atau hotel yang menawarkan pilihan makanan halal.

Pemerintah Jepang, melalui PM Shinzo Abe memang sempat menyatakan tentang ‘ikatan terputus’ antara Jepang dan dunia islam. Namun sebenarnya islam telah menjalin keakraban dengan Jepang sejak era 1980-an, yang ketika itu aliran pertukaran pelajar, masuknya tenaga kerja asing, dan kedatangan turis mulai padat jumlahnya. Beberapa diantara mereka yang masuk dari negara-negara islam seperti Indonesia, Malaysia, dan negara timur tengah kemudian menetap dan resmi menjadi warga negara Jepang.

*fnsyc

0 tanggapan:

Daftar 100 Lagu Anak-anak Terpilih dalam Bahasa Jepang

Bicara tentang lagu anak, Jepang memiliki ratusan bahkan ribuan lagu yang pernah populer dari masa ke masa. Dinas Kebudayaan Jepang dan Nippon PTA bahkan telah membuat sebuah buku yang berisi 100 lagu anak-anak. Buku ini diberi judul ‘Nihon no Uta Hyakusen’ (日本の歌百選) yang jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia memiliki arti ‘Seratus Lagu Jepang Pilihan’. Dinas Kebudayaan Jepang merilis sebuah CD dan sebuah buku lagu lengkap dengan not lagu untuk dipakai di sekolah-sekolah umum di Jepang.

Buku ‘Nihon no Uta Hyakusen’ (日本の歌百選) ini dalam pembuatannya sempat melibatkan jejak pendapat di tahun 2006 lalu. Ide menyusun buku ini datang dari Hayao Kawai, seorang Psikolog sekaligus menjabat Kepala Dinas Kebudayaan Jepang di tahun tersebut. Hayao berkeinginan untuk mencegah kenakalan remaja sekaligus menghidupkan kembali warisan budaya bersama Jepang yang dirasa makin melemah.


Dari daftar berisi 895 lagu rekomendasi, terpilihlah 100 lagu pilihan yang akan dimasukkan pada buku ini. Meski judulnya ‘seratus’, jumlah lagu yang ada dalam buku ini sebenarnya berjumlah 101. Berikut daftar dari kesemua lagu yang terdapat dalam buku ‘Nihon no Uta Hyakusen’ (日本の歌百選) :

No.
Judul
Penulis lirik / Penerjemah
Komponis
1
Akai kutsu
Ujō Noguchi
Nagayo Motoori
2
Akatonbo
Rofū Miki
Kosaku Yamada
3
Amefuri
Hakushū Kitahara
Shinpei Nakayama
4
Amefuri otsukisan
Ujō Noguchi
Shinpei Nakayama
5
Amefuri kuma no ko
Masao Tsurumi
Akira Yuyama
6
Ano machi kono machi
Ujō Noguchi
Shinpei Nakayama
7
Aogeba tōtoshi
Ōtsuki Fumihiko, Satomi Tadashi, Kabe Iwao
H.N.D.
8
Asa wa doko kara
Masaru Mori
Kunihiko Hashimoto
9
Edo Lullaby
Lagu rakyat
Lagu rakyat
10
Ii hi tabidachi
Shinji Tanimura
Shinji Tanimura
11
Itsudemo yume wo
Takao Saeki
Tadashi Yoshida
12
Inu no omawarisan
Yoshimi Satou
Megumi Ōnaka
13
Kaasan no uta
Satoshi Kubota
Satoshi Kubota
14
Kame no Suihei-san
Toshiko Takeuchi
Kōyō Kawamura
15
Karatachi no hana
Hakushū Kitahara
Kosaku Yamada
16
Kata tataki
Yaso Saijō
Shinpei Nakayama
17
Kawa no Nagare no Yō ni
Yasushi Akimoto
Akira Mitake
18
Kaze
Yaso Saijō
Shin Kusakawa
19
Kisha
Kementerian Pendidikan
Kementerian Pendidikan
20
Kisha poppo
Kaoru Fuhara
Shin Kusakawa
21
Koinobori
Miyako Kondō
Anonim
22
Kōjō no Tsuki
Bansui Doi
Rentarō Taki
23
Kōkō sannensei
Toshio Oka
Minoru Endō
24
Kutsu ga naru
Katsura Shimizu
Ryūtarō Hirota
25
Kyou no hi wa sayonara
Shōichi Kaneko
Shōichi Kaneko
26
Makiba no asa
Sojinkan Sugimura
Eikichi Funabashi
27
Medaka no gakkou
Shigeru Chaki
Yoshinao Nakada
28
Miagete Goran Yoru no Hoshi o
Rokusuke Ei
Taku Izumi
29
Mikan no hana saku oka
Shōgo Katō
Minoru Kainuma
30
Momiji
Tatsuyuki Takano
Teiichi Okano
31
Muramatsuri
Shigeru Kuzuhara
Yoshie Minami
32
Mushi no koe
Kementerian Pendidikan
Kementerian Pendidikan
33
Musunde hiraite
Kementerian Pendidikan
Jean-Jacques Rousseau
34
My Grandfather's Clock
Kōgo Hotomi
Henry Clay Work
35
Oborozuki yo
Tatsuyuki Takano
Teiichi Okano
36
Ohanashiyubisan
Yoshiko Kōyama
Akira Yuyama
37
Okaasan
Nana Tanaka
Yoshinao Tanada
38
Omoide no album
Toshi Masuko
Tetsumaro Honda
39
Omocha no chachacha
Akiyuki Nosaka, Osamu Yoshioka
Nobuyoshi Koshibe
40
Oshougatsu
Kume Higashi
Rentarō Taki
41
Ouma
Ryūha Hayashi
Tsune Nakashima
42
Ue o Muite Arukō
Rokusuke Ei
Hachidai Nakamura
43
Umi
Ryūha Hayashi
Takeshi Inoue
44
Ureshii hinamatsuri
Satou Hachirou
Kōyō Kawamura
45
Under the Spreading Chestnut Tree
Penerjemah anonim
Lagu rakyat Inggris
46
Cosmos
Masashi Sada
Masashi Sada
47
Kono michi
Hakushū Kitahara
Kosaku Yamada
48
Konnichiwa akachan
Rokusuke Ei
Hachidai Nakamura
49
Sakurakai no uta
Kajō Tsuchiya
Hideaki Yashima
50
Sakura Sakura
Lagu rakyat
Lagu rakyat
51
Satchan
Hiroo Sakata
Megumi Ōnaka
52
Sato no aki
Nobuo Saitō
Minoru Kainuma
53
If You're Happy and You Know It
Rihito Kimura
Lagu rakyat Amerika
54
Shikararete
Katsura Shimizu
Ryūtarō Hirota
55
Shiki no uta
Toyohisa Araki
Toyohisa Araki
56
Jidai
Miyuki Nakajima
Miyuki Nakajima
57
Shabondama
Ujō Noguchi
Shinpei Nakayama
58
Zuizuizukkorobashi
Warabe uta
Warabe uta
59
Sukii
Otowa Shigure
Kōzaburō Hirai
60
Seikurabe
Atsushi Unno
Shinpei Nakayama
61
Sekai ni hitotsu dake no hana
Noriyuki Makihara
Noriyuki Makihara
62
Zousan
Michio Mado
Ikuma Dan
63
Soushunfu
Kazumasa Yoshimaru
Akira Nakada
64
Takibi
Seika Tatsumi
Shigeru Watanabe
65
Chiisai aki mitsuketa
Satou Hachirou
Yoshinao Nakada
66
Chatsumi
Kementerian Pendidikan
Kementerian Pendidikan
67
Chuurippu
Miyako Kondō
Takeshi Inoue
68
Tsuki no sabaku
Masao Katō
Suguru Sasaki
69
Tsubasa wo kudasai
Michio Yamagami
Kunihiko Murai
70
Te no hira wo taiyou ni
Takashi Yanase
Taku Izumi
71
Tōryanse
Warabe uta
Warabe uta
72
Doko ka de haru ka
Sōji Momota
Shin Kusakawa
73
Do-Re-Mi
Becky Hayama
Rodgers and Hammerstein
74
Donguri korokoro
Nagayoshi Aoki
Tadashi Yanada
75
Tonbo no megane
Seishi Nukaga
Kōzaburo Hirai
76
Naisho hanashi
Yoshio Yūki
Yasuharu Yamaguchi
77
Nada Sōsō
Ryoko Moriyama
BEGIN
78
Natsu no omoide
Shōko Ema
Yoshinao Nakada
79
Natsu wa kinu
Nobutsuna Sasaki
Sakunosuke Koyama
80
Nanatsu no Ko
Ujō Noguchi
Nagayo Motoori
81
Hana
Shōkichi Kina
Shōkichi Kina
82
Hana
Hagoromo Takeshima
Rentarō Taki
83
Hana no machi
Shōko Ema
Ikuma Dan
84
Home! Sweet Home!
Tadashi Satomi
Henry Bishop
85
Hamachidori
Meishū Kashima
Ryūtarō Hirota
86
Hamabe no uta
Kokei Hayashi
Tamezō Narita
87
Haru ga kita
Tatsuyuki Takano
Teiichi Okano
88
Haru no ogawa
Tatsuyuki Takano
Teiichi Okano
89
Fuji no yama
Sazanami Iwaya
Kementerian Pendidikan
90
Fuyugeshiki
Kementerian Pendidikan
Kementerian Pendidikan
91
Fuyu no seiza
Keizō Horiuchi
William Shakespeare Hays
92
Furusato
Tatsuyuki Takano
Teiichi Okano
93
Auld Lang Syne
Chikai Inagaki
Lagu rakyat Skotlandia
94
Yashinomi
Tōson Shimazaki
Toraji Ōnaka
95
Yūhi
Shigeru Kuzuhara
Kingetsu Murosaki
96
Yūyake koyake
Ukō Nakamura
Shin Kusakawa
97
Yuki
Kementerian Pendidikan
Kementerian Pendidikan
98
Yurikago no uta
Hakushū Kitahara
Shin Kusakawa
99
Rishū
Kyūkei Indō
John P. Ordway
100
Ringo no uta
Satou Hachirou
Tadashi Manjōme
101
Ware wa umi no ko
Koichirō Miyahara
Kementerian Pendidikan


*fnsyc

0 tanggapan: