Cara Mudah Menggapai Studi di JTIS via Kursus Bahasa Jepang di Malang

Belajar di Jepang kini jadi selangkah lebih mudah.
Japan Tokyo International School (JTIS)mempersilahkan Anda-anda yang berkeinginan untuk memperdalam kemampuan berbahasa Jepang untuk bisa menempuh pendidikan sekaligus merasakan sensasi tinggal di dormitori yang telah disediakan oleh pihak pengelola JTIS di Tokyo, Jepang.

JTIS sendiri merupakan pusat pendidikan Bahasa Jepang untuk pelajar asing dari luar Jepang yang telah terakreditasi dan memiliki  mutu pembelajaran terbaik. JTIS juga menyediakan fasilitas penginapan berupa dormitori lengkap dengan segala fasilitasnya.

JTIS membuka 4 kelas untuk kebutuhan pembelajaran berbeda, diantaranya kelas kursus Bahasa Jepang Komprehensif (Comprehensive Japanese), kelas kursus Jangka Pendek (Short-Term Japanese Course), kelas Program Bisnis (Business Japanese course), dan kelas pembelajaran untuk mereka yang ingin tinggal di Jepang (Courses for those who live in Japan).

Berikut sekilas program pendidikan yang ditawarkan oleh JTIS,

Comprehensive Japanese

Berupa kursus Bahasa Jepang Komprehensif (mulai dari jangka pendek intensif hingga kursus jangka panjang). Kursus ini dibuka dengan tujuan akhir mencapai tingkatan JLPT N1. Calon peserta didik harus memiliki visa pelajar sebagai salah satu syaratnya.

Short-Term Japanese Course

Kursus ini diperuntukkan bagi mereka yang tinggal sementara di Jepang. Dibuka minimal untuk panjang waktu kursus selama 1 minggu.

Business Japanese course

Program kursus ini diperuntukkan bagi Anda yang hendak atau sedang bekerja di Jepang. Proses pembelajaran akan dilakukan sebanyak 2 kali dalam seminggu dengan waktu tempuh minimal 1 bulan. Berhubung program ini disediakan untuk kalangan pekerja, maka jam pelajaran dilangsungkan setelah jam pulang kerja (malam hari).

Courses for those who live in Japan

Kelas kursus ini dibuka untuk mereka yang ingin mempersiapkan diri sebelum benar-benar tinggal di Jepang. Kelas kursus ini tak hanya mempelajari bahasa, tapi juga mengakrabkan peserta didiknya dengan keseharian masyarakat Jepang. Kelas dibuka dengan frekuensi 2 kali seminggu dan waktu pembelajaran minimal 1 minggu (untuk wisatawan).

Kabar baiknya, JTIS telah membuka kerjasama dengan Mayantara School sebagai salah satu perwakilan resmi JTIS di Indonesia. Japan Tokyo International School menyelenggarakan studi bahasa di Jepang untuk siswa dari mancanegara.

Jadi, bagi Anda yang tertarik untuk menggali informasi seputar JTIS hingga mempersiapkan studi ke sekolah internasional tersebut dapat langsung menghubungi Mayantara School pada alamat dan line kontak di bawah ini :

Mayantara School

Jl. Puncak Mandala 40A
Malang 65146
0341.5081465

CP:
Ratih Putri
[ph. 081.333.666.139
atau 0856.49.779794 ]


WA: 081.333.666.139
BBM: 5941A79C
LINE: mayantaraschool
http://mayantara.sch.id/kursus/bahasa-jepang 

0 tanggapan:

Contoh Percakapan tentang Hobi dalam Bahasa Jepang

           Sepertinya tidak ada topik percakapan yang lebih mengasyikkan selain ketika membahas hobi. Masyarakat di Jepang juga memahami akan hal ini. Untuk mengakrabkan diri dengan teman baru atau orang-orang di lingkungan baru, biasanya orang Jepang akan menanyakan tentang hobi dengan lawan bicaranya. 


          Dalam bahasa Jepang, percakapan yang membahas hobi disebut ‘Watashi no shumi’ (わたしの しゅみは…
です。) atau jika dalam bahasa Indonesia diartikan menjadi kurang lebih ‘Hobi saya adalah …’. Sebelum mempelajari penggunaannya dalam percakapan, mari kita pelajari bersama tentang beberapa bentuk kata benda dari aktifitas yang bisa dijadikan hobi.

Kanji
Romaji
Arti dalam bahasa Indonesia
うたを うたう こと
Uta o utau koto
Menyanyi
ほんを よむ こと
Hon o yomu koto
Membaca Buku
おんがくを きく こと
Ongaku o kiku koto
Mendengarkan musik
かいもの
Kaimono
Berbelanja (Shopping)
りょうり
Ryouri 
Memasak
げーム
Geemu
Bermain game
ピアノを ひく こと
 Piano o hiku
Bermain Piano
バスケツトボール
Basukettobooru
Bermain basket
えを かく
E o kaku
Menggambar
りょうこ
Ryouko
Jalan-jalan (Travelling)
えいがを みる こと
Eiga o miru koto
Menonton film

Pola percakapan singkatnya adalah sebagai berikut :

A :  [あなたの] しゅみは なんですか
      [Anata  no] shumi wa nan desuka
       Hobi kamu apa ?

B :  わたしの しゅみは... です。
      Watashi no shumi wa ... desu.
      Hobi saya adalah...

A : そうですね。
Sou desune.
Jadi begitu.

Berikut contoh dialog atau percakapan tentang hobi dalam Bahasa Jepang.

Yamada : 田中さんのお趣味は何ですか。
                 Tanaka san no o shumi wa nan desuka.
                 Hobi kamu apa, Tanaka?

Tanaka  : バスケツトボールです。
                 Basuketto booru desu.
                 Bermain Bola Basket

Yamada : そうですか。
                 Sō desuka.
                 Begitukah?

Tanaka  : 山田さんは?
                 Yamada san wa?.
                 Bagaimana dengan Yamada san?

Yamada : 私の趣味は映画を見ることです。
    Watashi no shumi wa eiga o miru koto desu.
                  Hobi saya adalah menonton film.

*fnsyc

0 tanggapan:

Sebutan BPUPKI dalam Bahasa Jepang

Jika kita membuka lagi lembaran sejarah Indonesia pada masa menjelang kemerdekaan, Anda pasti tak asing dengan badan bentukan Jepang yang diberi nama BPUPKI. BPUPKI merupakan kepanjangan dari ‘Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia’ atau yang dalam Bahasa Jepangnya dinamakan ‘Dokuritsu Junbii Chōsakai’ (独立準備調査会). 


Berawal dari kekalahan Jepang yang telah tercium pada perang Pasifik, Jenderal Kuniaki Koiso selaku Perdana Menteri Jepang mengumumkan pada tanggal 7 September 1944 bahwa Indonesia akan dimerdekakan oleh pemerintahan pendudukan Jepang  setelah tercapai kemenangan akhir di perang Asia Timur Raya. Pemerintah Jepang melakukan hal ini untuk menarik simpati rakyat Indonesia, karena dengan begitu rakyat Indonesia akan berbalik mendukung Jepang dan menganggap tentara sekutu sebagai musuh.
Di tanggal 1 Maret 1945, Jenderal Kumakichi Harada sebagai pimpinan pemerintah pendudukan militer Jepang di Jawa mengumumkan pembentukan BPUPKI. Hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito yang tengah menjabat kala itu. Membawa janji untuk membantu proses kemerdekaan Indonesia, pembentukan BPUPKI mendapat dukungan dari bangsa Indonesia sendiri. Tugas BPUPKI ialah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi, politik, tata pemerintahan, dan hal-hal lain yang diperlukan dalam usaha pembentukan negara Indonesia yang merdeka.
Lembaga BPUPKI beranggotakan 69 orang yang terdiri dai 62 anggota aktif dan 7 orang anggota istimewa. Ketuanya adalah Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat dengan di bantu oleh wakil ketua Raden Pandji Soeroso dan Ichibangase Yosio dari pihak Jepang. Selain BPUPKI, dibentuk pula sebuah Badan Tata Usaha yang beranggotakan 60 orang. Badan Tata Usaha ini diketuai oleh Raden Pandji Soeroso, sedangkan posisi wakilnya dipegang oleh Mr. Abdoel Gafar Pringgodigdo dan Masuda Toyohiko dari pihak Jepang.
Menyadari tugas BPUPKI telah rampung, Jepang kemudian membubarkan BPUPKI pada 7 Agustus 1945 dan membentuk badan lain untuk kemerdekaan Indonesia. Badan ini dinamakan ‘Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia’ (PPKI). PPKI dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Inkai. PPKI beranggotakan 21 orang dari berbagai etnis, yakni 12 orang perwakilan asal Jawa, 3 orang perwakilan asal Sumatera, 2 orang perwakilan asal Sulawesi, 1 orang perwakilan asal Kalimantan, 1 orang perwakilan asal Nusa Tenggara (Sunda Kecil), 1 orang perwakilan asal Maluku, dan 1 orang yang berasal dari etnis Tionghoa. 

*fnsyc

0 tanggapan: