Sebutan BPUPKI dalam Bahasa Jepang

Jika kita membuka lagi lembaran sejarah Indonesia pada masa menjelang kemerdekaan, Anda pasti tak asing dengan badan bentukan Jepang yang diberi nama BPUPKI. BPUPKI merupakan kepanjangan dari ‘Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia’ atau yang dalam Bahasa Jepangnya dinamakan ‘Dokuritsu Junbii Chōsakai’ (独立準備調査会). 


Berawal dari kekalahan Jepang yang telah tercium pada perang Pasifik, Jenderal Kuniaki Koiso selaku Perdana Menteri Jepang mengumumkan pada tanggal 7 September 1944 bahwa Indonesia akan dimerdekakan oleh pemerintahan pendudukan Jepang  setelah tercapai kemenangan akhir di perang Asia Timur Raya. Pemerintah Jepang melakukan hal ini untuk menarik simpati rakyat Indonesia, karena dengan begitu rakyat Indonesia akan berbalik mendukung Jepang dan menganggap tentara sekutu sebagai musuh.
Di tanggal 1 Maret 1945, Jenderal Kumakichi Harada sebagai pimpinan pemerintah pendudukan militer Jepang di Jawa mengumumkan pembentukan BPUPKI. Hari itu bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito yang tengah menjabat kala itu. Membawa janji untuk membantu proses kemerdekaan Indonesia, pembentukan BPUPKI mendapat dukungan dari bangsa Indonesia sendiri. Tugas BPUPKI ialah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan aspek-aspek ekonomi, politik, tata pemerintahan, dan hal-hal lain yang diperlukan dalam usaha pembentukan negara Indonesia yang merdeka.
Lembaga BPUPKI beranggotakan 69 orang yang terdiri dai 62 anggota aktif dan 7 orang anggota istimewa. Ketuanya adalah Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat dengan di bantu oleh wakil ketua Raden Pandji Soeroso dan Ichibangase Yosio dari pihak Jepang. Selain BPUPKI, dibentuk pula sebuah Badan Tata Usaha yang beranggotakan 60 orang. Badan Tata Usaha ini diketuai oleh Raden Pandji Soeroso, sedangkan posisi wakilnya dipegang oleh Mr. Abdoel Gafar Pringgodigdo dan Masuda Toyohiko dari pihak Jepang.
Menyadari tugas BPUPKI telah rampung, Jepang kemudian membubarkan BPUPKI pada 7 Agustus 1945 dan membentuk badan lain untuk kemerdekaan Indonesia. Badan ini dinamakan ‘Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia’ (PPKI). PPKI dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Inkai. PPKI beranggotakan 21 orang dari berbagai etnis, yakni 12 orang perwakilan asal Jawa, 3 orang perwakilan asal Sumatera, 2 orang perwakilan asal Sulawesi, 1 orang perwakilan asal Kalimantan, 1 orang perwakilan asal Nusa Tenggara (Sunda Kecil), 1 orang perwakilan asal Maluku, dan 1 orang yang berasal dari etnis Tionghoa. 

*fnsyc
Share on Google Plus

0 tanggapan: