Bagaimana Cara Berkata ‘Tidak’ dalam Bahasa Jepang

Sopan santun adalah hal yang tidak bisa dilepaskan dari Jepang barang sedikitpun. Budaya, adat istiadat dan bahasa yang digunakan di negeri ini selalu mencerminkan nilai kesantunan. Masyarakat Jepang sangat berhati-hati dalam bertutur kata. Ketika menolak suatu ajakan atau tidak menyetujui sesuatu, mereka tidak akan serta merta berkata “Tidak”.


Lalu, bagaimana cara masyarakat Jepang menyampaikan kata “Tidak” tanpa mengucapkannya? Untuk lebih mudah memahaminya, macam-macam jawaban pengganti kata “Tidak” ini akan kita bagi menjadi 4 kategori.

Kategori Pertama

Pada kategori pertama digunakan kata atau frasa yang ekspresif dan mudah dimengerti maksudnya. Kata-kata ini biasanya digunakan oleh teman atau rekan yang sudah akrab. Hal yang perlu diingat, jangan gunakan kata-kata ini untuk pembicaraan terkait bisnis.
  • む · り(Muri), artinya “mustahil”.
  • ダ メ (Dame), artinya “tidak baik”.
  • で · き · な い(Dekinai) : artinya “tidak bisa”.
Kategori Kedua

Kata atau frasa yang termasuk dalam kategori ini adalah yang cocok digunakan untuk urusan bisnis. Kata-kata ini bermakna lugas, tegas, namun tanpa menghilangkan kesan sopan.
  • き び · し い(Kibishii) : artinya “keras”, mengacu pada kondisi.
  • む ず か · し い (Muzukashii): artinya “sulit”.
  • た い · へ ん (Taihen): artinya “keras” mengacu pada tugas.
Kategori Ketiga

Dalam kategori ini, disebutkan kata-kata yang memiliki makna ganda, bisa berarti “Ya” dan bisa juga berarti “Tidak”. Kata-kata ini biasanya diucapkan seseorang untuk menghindari segala bentuk janji atau komitmen.
  • び · み ょ う(Bimyou desu) : artinya “tidak tentu” atau “tidak pasti”. Mengacu pada situasi.
  • い そ が · し い (Isogashii): artinya kurang lebih “maaf, saya sedang sibuk”.
  • け っ · こ う (Kekkou desu): artinya sama seperti kalimat “tidak, terima kasih”.
Kategori Keempat

Pada kelompok terakhir ini menyajikan kata-kata yang bermakna ambigu. Meski begitu, ada sebersit harapan akan berubah menjadi positif di masa depan, membuatnya berbeda dengan kata-kata di kategori sebelumnya. Ungkapan ini biasanya digunakan untuk menunda keputusan sulit pada suatu pertemuan bisnis dengan hasil pemungutan suara yang belum dapat dipastikan.
  • か も し れ ま せ ん / か も し れ な い / か も (Kamo shiremasen / kamoshirenai / kamo): artinya “mungkin”.
  • り ん · き · お う · へ ん · に · た い · お う(Rinki ouhen ni taihou suru): artinya “tergantung pada”. Mengacu pada kondisi atau seseorang.
Share on Google Plus

0 tanggapan: