Menulis Aksara Jepang, Ini yang Harus Dipelajari Terlebih Dahulu

Tak seperti tulisan di negara lain pada umumnya, tulisan (aksara) di Jepang terdiri dari berbagai jenis, yaitu Hiragana, Katakana, Kanji, dan Romaji. Yang menjadi pertanyaan sekarang, sistem tulisan manakah yang harus dipelajari terlebih dahulu oleh seseorang agar bisa benar-benar lancar berbahasa Jepang?

Secara tradisional, para pakar menyarankan seseorang untuk mempelajari Hiragana terlebih dahulu, kemudian Katakana, lalu disusul Kanji. Hiragana adalah suatu cara penulisan bahasa Jepang dan mewakili sebutan suku kata. Kegunaan Hiragana adalah untuk menulis akhiran kata; menulis kata keterangan, beberapa kata benda, dan kata sifat; menulis perkataan yang penulisan Kanji-nya tidak diketahui; menulis bahan bacaan anak; dan menulis furigana atau rubi.
Sementara, Katakana adalah sistem aksara untuk menuliskan kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diserap ke dalam bahasa Jepang, selain untuk menuliskan onomatope dan kata-kata asli dalam bahasa Jepang yang bersifat penegasan. Adapun Kanji, adalah aksara yang digunakan untuk melambangkan konsep atau ide (kata benda, akar kata kerja, akar kata sifat, dan kata keterangan).
Belajar sistem tulisan ini dapat dilakukan dengan membeli kartu flash di beberapa tempat seperti White Rabbit Press. Namun, Anda juga bisa membuat kartu aksara ini secara mandiri. Sama seperti mempelajari aksara bahasa lain, dalam belajar menulis aksara Jepang, seseorang harus berlatih secara rutin dan berulang-ulang. Ketika Anda mempelajari sistem penulisan, pastikan Anda untuk memberikan perhatian khusus kepada tulisan yang Anda pelajari tersebut.
Namun, jika Anda sedang terburu-buru dan ingin mendapat pengetahuan praktis secepat mungkin, Anda dapat mempelajari Katakana terlebih dahulu. Pasalnya, sistem penulisan ini digunakan untuk menguraikan kata-kata asing yang familiar ditemui, seperti bir, steak, ayam, dan lain sebagainya.
Sementara, jika Anda benar-benar ingin lancar menulis aksara Jepang, Anda disarankan untuk pertama-tama belajar berbicara dan mendengarkan. Setelah Anda memiliki pengucapan dan pendengaran yang baik, maka mulailah untuk membaca dan menulis.
Di samping itu, Anda juga disarankan untuk tidak mengabaikan Romaji karena meski secara tradisional tidak dianggap sebagai penulisan Jepang, namun sistem ini tetap berguna untuk menopang pembelajaran menulis dan berbicara dalam bahasa Jepang. Romaji sendiri adalah cara menulis bahasa Jepang dengan menggunakan abjad Latin atau alih-aksara.
Share on Google Plus

0 tanggapan: