Belajar Bahasa Jepang Secara Otodidak, Mungkinkah?

Jepang, ini adalah salah satu negara di kawasan Asia yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, termasuk dari Indonesia. Pasalnya, negara dengan julukan Negeri Sakura tersebut dikenal memiliki banyak objek wisata menarik, selain punya kebudayaan yang terjaga kelestariannya, dan menjadi salah satu pusat bisnis di dunia.

Namun, sebelum melakukan kunjungan ke Jepang, alangkah lebih baiknya jika Anda belajar terlebih dulu mengenai bahasa Jepang. Pasalnya, bekal kemampuan bahasa Inggris saja dirasa belum cukup untuk bisa “berbaur” dengan masyarakat di negara tersebut. Terlebih, jika Anda memutuskan tinggal di Jepang untuk beberapa waktu, dalam rangka untuk melanjutkan studi atau bekerja.
Namun, layaknya belajar bahasa asing, belajar bahasa Jepang memang gampang-gampang susah. Beberapa orang berpendapat, belajar bahasa Jepang sangatlah sulit. Anda memerlukan sebuah dedikasi yang tinggi untuk bisa memahami bahasa ini, terutama jika ingin lancar berbicara. Ada tiga huruf, yang bahkan pelajar Jepang setidaknya harus mempelajari dari awal jika ingin benar. Ada struktur berbasis suku kata yang kaku, ada sintaksis atau tata bahasa, termasuk urutan kata, yang “tidak biasa”, dan ada perbedaan signifikan antara “classroom Jepang” dengan “daily Jepang”.
Anda memang bisa belajar bahasa Jepang dengan mengikuti les atau kursus bahasa Negeri Sakura yang telah banyak beredar di Indonesia. Namun, jika tidak memiliki waktu untuk mengikuti kursus, tidak ada salahnya jika Anda belajar bahasa Jepang secara mandiri atau otodidak. Karena, seperti kata pepatah, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika orang mau berusaha.
Menurut pengalaman seseorang, untuk mahir berbahasa Jepang, ia bisa menghabiskan total 20 jam di ruang kelas. Sementara, jika belajar secara mandiri, ia butuh bekerja di Jepang selama kurun waktu sekitar satu tahun. Jika dihitung, ia mungkin menghabiskan waktu sekitar 1.500 jam untuk belajar bahasa Negeri Sakura.
Selain mengamati kebiasaan orang-orang Jepang, memelajari bahasa ini juga sangat dipengaruhi oleh mentalitas. Belajar bahasa Jepang memang menuntut fokus seseorang. Tak cuma belajar bahasa, Anda juga perlu membaca sastra Jepang, menonton film Jepang, atau kalau memungkinkan, meneliti sejarah tentang Jepang. Bahasa adalah konteks, dan jika Anda memahami konteks, maka semakin baik Anda memahami konten.
Untuk tahap awal, Anda bisa mencoba membaca koran dengan tulisan atau aksara Jepang. Di samping itu, tidak ada salahnya juga Anda membaca novel Jepang, serta mencoba mengatakan segala sesuatu yang sedang menimpa Anda dalam bahasa Jepang, seperti ketika terjatuh dari sepeda, terkejut, atau sedang mengalami perasaan senang.
Belajar bahasa layaknya belajar bagaimana naik sepeda atau bermain piano. Hal tersebut bukan sesuatu yang perlu Anda takutkan. Serupa dengan yang lain, belajar bahasa Jepang juga tidak dapat dicapai tanpa kerja keras. Jadi, belajar bahasa Jepang secara mandiri adalah mungkin, asalkan diri Anda termotivasi dan melakukannya secara rutin. Berikut beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk belajar bahasa Jepang secara otodidak.
  • Vocabulary dan Grammar, disarankan kan mulai dengan Genki 1. Seluruh set memiliki buku teks, buku kerja, dan kunci jawaban. Semuanya sangat terstruktur dengan baik, mencakup ilustrasi, dan pasti membuat belajar bahasa Jepang lebih mudah diakses untuk pelajar.
  • Listening dan Speaking, Genki juga buku yang memiliki CD dengan bahan untuk keterampilan mendengarkan dan keterampilan berbicara.
  • Hiragana dan Katakana, latih tulis menulis aksara ini, lagi dan lagi. Memecah ke satu baris dari alfabet per hari.
  • Kanji, disarankan Anda mencari setiap kosakata Kanji yang Anda temui dalam Genki dan belajar seperti Anda membangun kosakata. Ini mungkin sulit pada awalnya, tetapi ketika Anda sampai ke tingkat menengah, kebiasaan ini membantu Anda untuk lebih efisien dalam mempelajari Kanji.

0 tanggapan:

Ini Alasan Suatu Kata dalam Bahasa Jepang Menggunakan Huruf Kanji Berbeda

Bagi Anda yang tengah mempelajari Bahasa Jepang mungkin selama ini bertanya-tanya, mengapa kata-kata tertentu menggunakan beberapa huruf Kanji yang berbeda? Contoh:

  • Kadang kata-kata ini kerap tertukar: vs
  • Kadang salah satu lebih kuno: vs , vs
  • Kadang kata-kata ini memiliki perbedaan yang halus: vs , vs
  • Kadang berasal dari kata-kata yang berbeda dengan akar yang sama: vs , vs
  • Kadang benar-benar kata yang berbeda: dan
Dalam 2 kasus terakhir, apabila Anda menggunakan salah satu dari kata-kata tersebut ketika berbicara, maka pendengar mungkin akan tahu kata mana yang Anda maksud. Sementara itu pada kasus ketiga, mungkin akan terasa ambigu untuk sebagian besar penggunaan, sedangkan untuk 2 kasus pertama mungkin maknanya akan sangat jelas.
Ini benar-benar keluar dari tumpang tindih Bahasa China dalam Bahasa Jepang. Saat huruf Jepang pertama kali dibuat dari huruf China, mereka harus memetakan kanji untuk kata-kata Jepang yang sudah ada ( ) dan hasilnya bukan dibuat satu per satu.
Dalam banyak kasus, satu kata Jepang menghasilkan beberapa kanji. Misalnya dan akan menjadi kata yang sama, sama seperti dan . Lebih halus, kata-kata seperti dan juga datang dari akar Jepang yang sama.
Dalam kasus lain, salah satu karakter China akan dimasukkan dalam beberapa kata Jepang. Misalkan saja ( ), (), (), () dan (), meskipun ini juga dapat , yang juga bisa diucapkan , tentunya ini akan sangat membingungkan.
Kemudian ada akan menemukan beberapa frase aneh yang dipetakan dalam kanji tunggal, seperti ( + ) dan ( + ). Ada juga contoh pemakaian tunggal di mana beberapa kanji akan dipetakan menjadi sebuah kata Jepang dengan cara kanji tersebut tidak akan pernah dibaca. Contoh: 大人 ( ), 今朝 ( ), 二十 ( ), ternyata dibaca (熟字 ).
Terdapat pula kanji yang dipetakan untuk alasan murni fonetik: 可愛 ( ), ( ), 出来 ( ) yang kemudian dibaca ( ).
Adanya begitu banyak ragam kanji ini ternyata memungkinkan orang-orang Jepang untuk melakukan permainan kata yang tidak bisa ditemukan dalam bahasa lain. Fenomena ini juga membantu menempatkan semua homofon, sinonim, heteronim, dan sebagainya dalam perspektif tertentu.

0 tanggapan: