Metode Praktis Belajar Bahasa Jepang

Tak seperti tulisan di negara lain pada umumnya, tulisan (aksara) di Jepang terdiri dari berbagai jenis, yaitu Hiragana, Katakana, Kanji, dan Romaji. Yang menjadi pertanyaan sekarang, sistem tulisan manakah yang harus dipelajari terlebih dahulu (terutama dalam hal membaca) oleh seseorang agar bisa benar-benar lancar berbahasa Jepang?

Secara tradisional, para pakar menyarankan seseorang untuk mempelajari Hiragana terlebih dahulu, kemudian Katakana, lalu disusul Kanji. Hiragana adalah suatu cara penulisan bahasa Jepang dan mewakili sebutan suku kata. Kegunaan Hiragana adalah untuk menulis akhiran kata; menulis kata keterangan, beberapa kata benda, dan kata sifat; menulis perkataan yang penulisan Kanji-nya tidak diketahui; menulis bahan bacaan anak; dan menulis furigana atau rubi.
Sementara, Katakana adalah sistem aksara untuk menuliskan kata-kata yang berasal dari bahasa asing yang sudah diserap ke dalam bahasa Jepang, selain untuk menuliskan onomatope dan kata-kata asli dalam bahasa Jepang yang bersifat penegasan. Adapun Kanji, adalah aksara yang digunakan untuk melambangkan konsep atau ide (kata benda, akar kata kerja, akar kata sifat, dan kata keterangan).
Belajar membaca bahasa atau aksara Jepang memang membutuhkan usaha yang besar. Hal ini bukan merupakan tantangan yang mudah, karena bahasa Jepang ditulis menggunakan kombinasi karakter fonetik dan logographic, dengan Hiragana dan Katakana sebagai yang pertama, dan Kanji yang terakhir. Hampir setiap buku teks Jepang untuk non-penutur asli hanya memberikan pengenalan singkat dari Kanji, seperti seri Genki atau Obento. Jika Anda ingin dapat membaca Jepang dengan lancar, maka sangat disarankan untuk mengikuti metode berikut.
Metode ini pertama kali melibatkan bagaimana belajar menulis dan mengenali arti dari aksara Kanji, dan kemudian disusul dengan cara pengucapannya. Untuk diketahui, orang di Jepang harus “melek” membaca dan menulis dalam lebih dari 2.000 aksara Kanji, serta pembacaan tambahan lain sebanyak 1.000 aksara Kanji. Pasalnya, di Jepang, ada daftar resmi aksara Kanji yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Jepang yang mengharuskan masyarakat tahun 2.136 karakter aksara Kanji. Daftar karakter ini disebut dengan Jouyou kanji (常用 漢字).
Mungkin, ketika Anda mengetahui fakta ini, Anda langsung berkeringat. Namun, tidak perlu khawatir, karena tujuan metode pembelajaran ini adalah Anda setidaknya tahu 2.000 aksara Kanji. Angka 2.000 ditetapkan karena bahwa buku, surat kabar, manga, dan teks lainnya sebagian besar membatasi diri dengan menggunakan sekitar 2.000 karakter Kanji sehingga membuat isi materi “lebih ramah” kepada pembaca.
Jadi, setelah mengetahui tentang jumlah karakter Kanji yang wajib dikenal, kini mari menyelam ke dalam bagaimana Anda akan belajar tentang bahasa Jepang.
  • Belajar Hiragana dan Katakana (mungkin Anda sudah melakukan ini).
  • Belajar bagaimana menulis dan mengenali arti dari semua Jouyou kanji (常用 漢字).  Jika Anda mendedikasikan diri Anda secara rutin, tugas mengerikan ini dapat diselesaikan dalam waktu minimal 3 bulan.
  • Langkah selanjutnya adalah menghafal kosakata, karena sekarang Anda akan dapat menebak arti kata-kata. Alat terbaik untuk ini adalah sebuah perangkat lunak flashcard yang disebut Anki.
  • Setelah Anda telah menghafal 2.000 kata inti, langkah berikutnya adalah berlatih membaca. Mulailah dengan latihan pemahaman dasar, dan kemudian secara bertahap meningkatkan tingkat. Jika Anda terus berlatih, Anda akan membaca apa yang Anda ingin baca dalam waktu singkat.
Share on Google Plus

0 tanggapan: