Apakah Anime Lebih Menyenangkan Usai Belajar Bahasa Jepang?

Apakah Anda pernah mendengar istilah anime? Anime adalah animasi yang berasal dari Jepang yang digambar dengan tangan maupun teknologi komputer. Kata anime sendiri merupakan singkatan dari animation yang berasal dari bahasa Inggris. Di luar Jepang, istilah ini digunakan secara spesifik untuk menyebutkan segala animasi yang diproduksi di Negeri Sakura, meski tidak menutup kemungkinan bahwa anime juga dapat diproduksi di luar Jepang.

Di Indonesia, anime dikenal lewat bentuk komik dan juga acara di televisi. Khusus anime yang ditayangkan di TV Indonesia, umumnya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk lebih mempermudah pemahaman mengenai jalannya isi cerita. Namun, bagi mereka piawai bahasa Jepang atau ingin belajar Jepang, biasanya cenderung menonton anime dalam versi aslinya.
Memang, ada banyak hal tentang bahasa Jepang yang bisa dipelajari melalui tontonan anime. Di sini, Anda bisa mendapatkan “speech melody” dan pengucapan suku kata Jepang. Selain itu, melalui anime, Anda juga akan memperoleh banyak nomina dan frase. Anime juga akan memberikan latar belakang emosional yang memfasilitasi proses belajar Anda.
Lalu, jika Anda telah belajar bahasa Jepang, apakah tontonan anime bisa lebih menyenangkan atau malah tidak? Jawabnya bisa iya, bisa pula tidak. Bisa iya karena Anda tidak lagi merendahkan diri dan terfokus pada teks, melainkan Anda bisa menghabiskan lebih banyak waktu pada karakter wajah, menikmati seni, dan menikmati tindakan atau aksi para tokoh, sehingga memungkinkan diri Anda untuk terlibat lebih dalam.
Namun, jawabannya bisa juga tidak, karena muncul banyak nimbus positif, yaitu bahwa ada perbedaan dan signifikansi lebih dalam untuk setiap kata yang diucapkan. Hal-hal yang mungkin dapat membuat Anda terpesona atau membuat Anda berpikir sebelumnya, sekarang muncul sebagai apa adanya mereka.
Meski demikian, bagi beberapa mereka yang memang gemar anime, pasti masih bisa menikmati menonton anime dangan banyak sub-judul, terutama ketika seri yang diharapkan muncul atau terbit. Hal ini terutama terjadi pada mereka yang tidak tinggal di Jepang, yang harus melakukan pemanasan pada sirkuit otak untuk menafsirkan bahasa Jepang, dan menjaganya untuk tetap fokus pada tiap-tiap episode yang ditonton.
Jika Anda telah menguasai bahasa Jepang, menonton anime juga dapat membuat Anda untuk mengambil rincian (memahami) linguistik. Misalnya, dengan latar belakang yang tepat dan pengalaman untuk “mendengarkan” nuansa yang dimaksudkan. Belum lagi ketika Anda tiba-tiba mengambil dan memahami kekhasan dalam gaya berbicara tiap-tiap karakter yang polos, yang mungkin mencerminkan sub-judul.
Singkat cerita, anime merupakan kick-start untuk minat mempelajari bahasa Jepang. Dan, dengan menguasai bahasa Jepang, pasti mengubah cara Anda untuk mengonsumsi anime. Karena, selain memperdalam pemahaman Anda tentang dunia anime, juga membuka alam semesta budaya Jepang yang mungkin tidak dapat dicapai dalam cara lain.
Share on Google Plus

0 tanggapan: