Kesan Orang Jepang Terhadap Warga Asing Yang Menguasai Bahasa Mereka

Mengatakan “Ya” dan “Tidak” di dalam suatu percakapan dapat memecah ideologi “Orang Jepang senang ketika bertemu pengunjung, tetapi kurang menyukai apabila mereka menetap.” Setidaknya hal tersebut dapat melalui 5 tahap.


Tahap pertama. Anda tidak bisa berbicara bahasa Jepang. Di tahap ini, Anda masih meraba-raba bagaimana cara berkomunikasi dengan mengucapkan tolong dan terima kasih pada saat di restoran. Satu-satunya orang Jepang yang Anda ajak bicara ada di industri perhotelan. Setiap usaha yang Anda lakukan akan dipuji dan Anda pun menghargainya.

Tahap kedua. Anda dapat mengatakan beberapa kalimat dasar dan orang Jepang akan menyukainya. Setelah beberapa bulan, Anda sudah dapat memesan menu sendiri di restoran. Anda mungkin mempunyai beberapa teman warga Jepang. Tetapi, untuk berkomunikasi dua arah mungkin belum lancar.

Tahap ketiga. Anda dapat melakukan percakapan dan orang Jepang akan menyukaimu. Kini, Anda sudah bisa mengobrol tentang kehidupan sehari-hari. Anda akan dipuji karena kemampuan bahasa Jepang. Ini dapat terjadi selama 1-2 tahun, tergantung usaha Anda dalam belajar/melibatkan diri di pergaulan.

Tahap keempat. Anda mendekati tahap lancar berbahasa, dan reaksi orang Jepang akan berbeda (Hal ini karena kini Anda berinteraksi dengan penduduk asli Jepang). Pekerja industri perhotelan dan wanita tua akan menghargai apa yang Anda ucapkan, seperti nama, asal, dan tentang sumpit.

Hal tersebut tampak manis awalnya, tetapi Anda akan mengetahui bahwa mereka hanya bersikap sopan, dan mungkin tidak tertarik dengan apa yang Anda katakan. Anda akan mengetahuinya ketika sedang berada di toko, acara sosial.

Anda akan lebih sering mendapat pujian “Wow, bahasa Jepang Anda sangat bagus”, kemudian Anda menyadari bahwa topik pembicaraan telah sama selama bertahun-tahun. Hal ini akan menjadi 80% bagian dari pengalaman Anda.

Teman atau rekan kerja dapat memberikan tekanan lebih. Pada dasarnya, saat Anda belajar Bahasa Jepang, diharapkan juga lebih cerdasa secara budaya. Hal ini berarti, Anda akan mulai mengalami tahap ketat di Jepang yaitu diharapkan melakukan sesuatu yang benar dan tidak layak untuk dikomentari. Apabila Anda melakukan suatu kesalahan, hal tersebut akan segera ditunjukkan.
Ketika Anda bertemu dengan orang asing di jalan, mungkin mereka akan menolak untuk mengerti apa yang Anda katakan. Ketika bahasa Jepang Anda cukup baik, Anda akan mulai cukup berani berbicara dengan orang yang tidak berinteraksi sama sekali dengan warga asing.

Seringkali mereka mencoba untuk berbicara secara sopan, tetapi dengan cara yang sederhana. Tetapi, ada juga saat di mana mereka menolak Anda secara sengaja. Mereka akan perlahan pergi meninggalkan Anda, dengan mengatakan “apa” “saya tidak berbicara Bahasa Inggris”.

Ketika Anda dapat dapat berbicara Bahasa Jepang, dan Anda sedang bertemu dengan polisi setempat, satu-satunya hal yang dapat mereka lakukan adalah meminta kartu gaijin dan mengecek nomor sepeda Anda untuk memastikan tidak ada sesuatu yang ilegal. Tetapi, ketika Anda dapat berbicara bahasa Jepang, mereka akan mulai menanyai Anda beberapa hal.

Tahap kelima. Anda sudah lancar berbahasa Jepang. Ketika memasuki tahap ini, Anda akan dihadapkan kepada peraturan ketat, dan seakan hal tersebut menghalangi apa yang akan Anda lakukan (sebagai pengunjung). Misalnya, saat mendapatkan SIM, mencari apartemen, melamar pekerjaan non-Inggris, semua seakan mencegah orang asing untuk berhasil.

Meskipun hal tersebut kecil kemungkinannya, tetapi seringkali Anda merasa sedikit terganggu ketika harus menjelaskan berulang-ulang bahwa, “iya, saya bisa menggunakan sumpit.” Tetapi, pada dasarnya orang Jepang akan menghargai apa yang Anda coba katakan kepada mereka.
Share on Google Plus

0 tanggapan: